Japfa Ltd Borong JPFA di Pasar
Selasa, 15 Desember 2015 | 20:03 WIB
Jakarta – Japfa Ltd membeli sebanyak 12,5 juta saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Harga beli rata-rata per saham sebesar Rp 495.
"Transaksi terjadi pada 15 Desember 2015. Transaksi itu bertujuan untuk investasi. Setelah pembelian, kepemilikan saham Japfa Ltd pada perseroan menjadi 57,63% dari sebelumnya 57,51%," ungkap Sekretaris Perusahaan Japfa Comfeed Indonesia Maya Pradjono dalam penjelasan resmi, Selasa (15/12).
Japfa Ltd merupakan induk usaha Japfa Comfeed Indonesia. Sebelumnya, Japfa Ltd memangkas dana ekspansi ke Tiongkok. Awalnya, Japfa bakal mengalokasikan dana sebesar US$ 90 juta untuk ekspansi bisnis ternak dan susu (dairy) di Tiongkok.
Manajemen Japfa Ltd mengungkapkan, awalnya perseroan akan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham akhir tahun lalu sebesar US$ 90 juta untuk ekspansi ternak dan dairy di Tiongkok. Perseroan memangkas alokasi dananya menjadi sebesar US$ 46,5 juta.
"Dana sebesar US$ 6,4 juta di antaranya akan dibelanjakan pada 10 Desember tahun ini," ungkap manajemen Japfa Ltd.
Lebih lanjut manajemen perseroan menjelaskan, dana alokasi yang sudah dibelanjakan perseroan di Tiongkok hingga saat ini sebesar US$ 36,9 juta. Pemangkasan alokasi dana tersebut merupakan respon perseroan dari perubahan lingkungan bisnis.
Sisa dana alokasi yang tidak jadi untuk ekspansi di Tiongkok dialokasikan untuk investasi, pembayaran utang, modal kerja dan keperluan umum perseroan.
Japfa Ltd memutuskan untuk menggunakan dana hasil IPO sebesar US$ 10 juta untuk modal kerja untuk bisnis pakan ternak perseroan. "Seiring dengan masih dilanjutkannya komitmennya di bisnis dairy Tiongkok, Japfa juga memanfaatkan peluang investasi strategis dalam bisnis protein hewani inti," jelas manajemen Japfa Ltd.
Akhir tahun lalu, perseroan melepas sebagian sahamnya kepada publik melalui bursa saham Singapura. Japfa meraup dana sebesar US$ 174 juta.
Perseoran berencana menggunakan dana IPO sebesar US$ 70 juta untuk pembayaran utang, US$ 14 juta investasi di sektor protein hewani, dan US$ 90 juta untuk ekspansi peternakan dan dairy di Tiongkok.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




