Djarot Intruksikan Razia Metromini Kian Intensif

Rabu, 16 Desember 2015 | 13:27 WIB
LT
JS
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: JAS
Petugas mengevakuasi korban tabrakan yang melibatkan KRL (Commuterline) dengan metro mini di Angke, Jakarta, 6 Desember 2015.
Petugas mengevakuasi korban tabrakan yang melibatkan KRL (Commuterline) dengan metro mini di Angke, Jakarta, 6 Desember 2015. (Twitter)

Jakarta - Kembali terjadinya peristiwa Metromini menabrak pejalan kaki di kawasan Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/12) pagi, membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menginstruksikan razia Metromini yang kini sedang dilakukan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI semakin diintensifkan.

"Razianya harus diperbanyak dan dipersering. Semua itu dirazia bersama-sama dengan kepolisian," kata Djarot seusai menghadiri acara panen bawang merah di Semanan, Jakarta Barat, Rabu (16/12).

Begitu ditemukan ada metromini yang melanggar aturan, maka metromini tersebut harus dikandangkan. Sehingga tidak membahayakan para penumpangnya karena kondisi fisik kendaraan yang tak layak jalan.

"Begitu melanggar kandangin. Cabut izin usahanya, supaya enggak beroperasi lagi," tegasnya.

Mantan Wali Kota Blitar ini sangat menyesalkan kejadian Metromini B 92 yang menabrak seorang ibu dan anaknya, yang mengakibatkan anak berusia tujuh tahun tewas. Seharusnya, kejadian seperti itu tidak boleh terulang lagi di Jakarta.

"Kejadian ini tidak bisa lagi terjadi seperti itu. Kita harus betul-betul memperhatikan keselamatan penumpang. Karena itu berbahaya," tegasnya.

Diakuinya, Pemprov DKI mengalami kesulitan untuk mengajak Metromini bergabung menjadi satu dengan manajemen PT Transjakarta. Karena masih ada dua susunan kepengurusan Metromini.

Padahal, Dishubtrans DKI bersama PT Transjakarta sudah mengajak Metromini bergabung. Karena dengan bergabung, Metromini harus membenahi kelayakan operasional dan fisik kendaraannya.

"Sudah, sudah. Harusnya mereka bergabung dengan kita. Tapi kalau bergabung dengan kita harus ada syarat-syarat yang dia penuhi. Seperti kelaikan angkutan kendaraannya. Kualifikasi pengemudinya. Tarifnya rupiah per kilometer. Supaya mereka nggak ugal-ugalan cari penumpang. Sekarangkan mereka ugal-ugalan cari penumpang karenw pakai sistem setoran. Sopirnya nanti kita gaji," jelasnya.

Seperti diketahui, Metromini B 92 jurusan Grogol-Ciledug menabrak ibu bernama Muntiarsih (35) dan anaknya, Azam Flamboyan (7) di Jalan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Kejadian yang terjadi pukul 06.10, mengakibatkan Azam meninggal dunia dan ibunya mengalami luka-luka.

Kejadian ini membuat warga kesal dan mulai merusak Metromini maut itu dengan melemparkan batu. Kemudian menyeret sopir ke Polsek Kembangan, sedangkan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Permata Hijau. Untuk sementara tersangka dan mobil diamankan di Polsek Kembangan.

Diduga, Metromini mengalami rem blong. Metromini tersebut melaju dengan kecepatan tinggi kemudian menabrak tiang listrik lalu menabrak korban.

Peristiwa bermula ketika Metromini datang dari arah Jl Kembang Kerep menuju ke Jl Srengseng dengan kecepatan tinggi. Metromini saat itu berada di lajur kiri, kemudian menabrak tiang listrik lalu menabrak korban yang sedang menunggu angkutan umum di pinggir jalan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon