Pemprov DKI Akan Larang Metromini yang Tak Laik Jalan

Kamis, 17 Desember 2015 | 17:41 WIB
DP
YD
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: YUD
Sejumlah metro mini di terminal Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Sejumlah metro mini di terminal Pasar Senen, Jakarta Pusat. (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak mungkin menghapuskan PT Metromini karena hal tersebut berkaitan dengan Kementerian Hukum dan HAM. Apalagi ditambah dengan manajemennya yang tidak jelas.

Kendati demikian, pihaknya secara tegas akan tetap menangkap dan melarang bus-bus Metromini tidak layak beroperasi. Apalagi Metromini tersebut kerap memanipulasi, mulai dari buku kir yang digunakan bersama-sama, sparepart yang meminjam dari bus lainnya, hingga buku kir yang asli tapi palsu.

"Pertanyaannya kalau dia di sidang, satu bulan dikeluarkan lagi. Ya silakan keluar, tangkap lagi, pokoknya saya sudah minta pada Dishub, tidak ada lagi angkutan di Jakarta yang jelek-jelek, tidak layak yang tidak sesuai kir," tegas Basuki di Balai Kota, Kamis (17/12).

Dengan upaya terus menangkap bus-bus tak layak itu, Basuki juga meyakini ke depannya bus-bus tersebut akan hilang dengan sendirinya karena ditinggalkan penumpang. Apalagi pihaknya akan menambah banyak bus, meskipun PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) diakuinya gagal dalam membeli bus-bus baru.

"Transjakarta sudah saya perintahkan dari 2014 untuk beli bus yang banyak. Kerja sama dengan bus swasta yang banyak, sekarang trayek kami yang tentukan. Kalau seluruh trayek bus di Jakarta dikuasai Transjakarta, kami bayar Rupiah per kilometer," katanya.

Jika sudah banyak bus tak layak yang dikandangi, maka sementara waktu sambil menunggu bus-bus yang dibeli datang, pihaknya akan memanfaatkan bus-bus Transjakarta single sebagai penggantinya di trayek yang berkurang armadanya.

"Kami juga sudah bilang sama Menteri Perhubungan untuk segera kasih kami 600 bus tambahan. Sementara orang Jakarta akhir tahun tidak keluar juga kok, biar saja dulu. Dari pada meninggal lagi," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon