Iran Serukan Negara-negara Islam Pulihkan Citra

Minggu, 27 Desember 2015 | 22:25 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Presiden Iran Hassan Rouhani
Presiden Iran Hassan Rouhani (AFP)

Teheran - Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan agar negara-negara Muslim mulai bertindak untuk memperbaiki opini dunia soal Islam.

"Kita harus menghapus citra negatif Islam dari ruang cyber dan dunia nyata," kata Rouhani dalam seminar internasional "Krisis Dunia Islam Sekarang" di Teheran, Minggu (27/12).

Menurut Rouhani, sebagian besar "kekerasan, terorisme, dan pembunuhan terjadi di dunia Islam."

"Saya mengundang semua negara Islam di kawasan ini dan di luar sana -- bahkan mereka yang sampai hari ini masih mengebom dan meluncurkan rudal-rudal ke negara tetangga -- agar kita semua menghentikan ini dan memilih jalan yang benar," ujarnya.

Namun Rouhani tidak menyebutkan nama negara yang dia maksud.

Iran yang didominasi Syiah mendukung kelompok pemberontak Huthi di Yaman, sementara Arab Saudi yang mayoritas Suni memimpin koalisi militer dan telah membombardir Yaman demi mendukung kelompok loyalis sejak Maret lalu.

"Berapa banyak bom dan rudal yang telah Anda beli dari Amerika tahun ini?" tanya Rouhani tanpa menyebut nama.

"Jika Anda membagikan uang yang dipakai membeli bom dan rudal itu ke warga Muslim yang miskin, takkan ada orang yang tidur kelaparan."

Iran juga mendukung rejim Suriah, yang saat ini tengah berperang melawan pemberontak dan penjihad termasuk kelompok Islamic State (IS) yang bercokol di banyak wilayah Suriah dan Irak.

"Ketika sejumlah kelompok seperti Daesh bisa merekrut tentara, alasannya adalah kemiskinan uang dan budaya," ujar Rouhani, menyebut IS dengan akronim dalam Bahasa Arab.

Dua kemiskinan itu harus dihilangkan dari masyarakat Islam, ujarnya, sembari menambahkan "terorisme tidak akan hancur oleh bom."

"Selama bertahun-tahun, kita telah bicara tentang persatuan. Mungkinkah persatuan tercapai tanpa koneksi ekonomi dalam dunia Islam?"

Menurutnya, konflik di Suriah dan Irak hanya akan menguntungkan Israel dan "mereka yang menentang kaum Muslim."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon