Protes Eksekusi Ulama Syiah

Sekjen PBB Minta Semua Pihak Menahan Diri

Senin, 4 Januari 2016 | 00:14 WIB
HA
B
Penulis: Happy Amanda Amalia | Editor: B1
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon (AFP Photo/Fayez Nureldine)

PBB – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki Moon menyatakan kekecewaannya atas langkah eksekusi yang diambil Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terhadap 47 orang termasuk ulama Syiah terkemuka, Nimr al-Nimr, di mana kematiannya memicu protes dengan kekerasan di Iran. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Ban, Sabtu (2/1).

Nirm sendiri merupakan ulama yang menghabiskan waktu lebih dari 10 tahun untuk mempelajari ilmu teologi di Iran. Dia diangga sebagai kekuatan Syiah, yang menjadi pemicu di balik protes anti-pemerintah di kerajaan Sunni, Arab Saudi, pada 2011.

Pasca pelaksanaan eksekusi yang dilakukan, Sabtu, kerumuman orang yang marah melemparkan bom-bom molotov di luar Kedutaan Besar (Kedubes) Saudi, di Teheran, sebelum menyerbu bangunan.

Selain di kedubes Saudi, protes juga pecah sedikitnya di salah satu kota di Provinsi Timur, Arab Saudi yang kaya minyak. Di daerah ini ada banyak kelompok Syiah yang mengeluhkan marjinalisasi. Protes terjadi pula di Irak dan Bahrain.

Tak hanya kecewa dengan tindakan Saudi, juru bicara Sekjen PBB menambahkan, Ban juga menyesalkan tindakan kekerasan di luar Kedubes Saudi di Teheran sehingga dia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri.

Dia mendesak supaya semua pemimpin daerah bekerja untuk menghindari ketegangan sektarian yang memburuk.

Tindak ekselusi di Arab Saudi mengalami lonjakan sejak Raja Salman naik tahta, tahun lalu.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) sendiri sudah berulangkali menyuarakan keprihatinan tentang keadilan yang berlangsung dalam persidangan Saudi, di mana semua pembunuh, pelaku perdagangan narkoba, perampokan bersenjata, pemerkosaan dan kasus murtad mendapat hukuman mati.

"Syekh al-Nimr dan sejumlah tahanan lainnya dieksekusi setelah dihukum melalui persidangan yang memicu keprihatinan serius tentang sifat dasar tuduhan dan proses keadilan yang berlangsung," ujarnya.

Dalam pernyataan disebutkan, pemimpin PBB telah membawa kasus Nimr kepada kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi di sejumlah kesempatan.

Sementara itu, Kementerian Dalam negeri Saudi mengatakan pria itu disekusi setelah dihukum atas tuduhan melaksanakan ideoligi radikal tafikri, bergabung dengan organisasi-organisasi teroris dan bersekongkol melakukan berbagai kejahatan.

Dalam kesempatan ini, Ban mengemukakan kembali "sikap kuatnya dalam menghadapi hukuman mati.
"Dia mengarah pada gerakan yang berkembang di masyarakat internasional untuk menghapus hukuman mati dan mendesak Arab Saudi untuk meringankan semua hukuman mati yang diberlakukan di kerajaan," bunyi pernyataan Ban.

Adapun semua yang dijatuhi hukuman eksekusi adalah warga Saudi, kecuali warga Mesir dan Chad.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon