Tahun Ini Properti Diprediksi Tumbuh 10%
Selasa, 12 Januari 2016 | 18:11 WIB
Jakarta – Industri properti tahun 2016 dinilai kembali bergairah. Ada sejumlah faktor yang menggairahkan industri properti, salah satunya pertumbuhan ekonomi nasional yang ditaksir menyentuh 5,3%.
"Pasar properti tahun 2016 bakal tumbuh berkisar 8%-10% dibanding tahun 2015," ujar Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), Panangian Simanungkalit, dalam publikasinya di Jakarta, Selasa (12/1).
Dia menjelaskan, tahun 2015, ada banyak isu yang melemahkan sektor properti seperti ketidakpastian kenaikan suku bunga, devaluasi yuan, dan kurs rupiah yang bergejolak. Meski begitu, naik turun pasar properti sebenarnya merupakan hal yang wajar.
"Menikmati masa keemasan (booming) pada suatu masa, lalu stagnan di masa lainnya adalah hal yang normal. Bisnis properti selalu ada masa istirahat setelah mengalami booming. Tahun 2011-2013 booming, lalu istirahat sekitar 1,5 sampai 2 tahun itu alamiah. Siklusnya memang seperti itu," paparnya.
Panangian memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% pada 2016. Angka itu dinilai sudah cukup menjadi stimulus dari kebangkitan sektor properti tahun 2016.
Selain itu, dia melihat bahwa prospek bisnis properti akan ditopang oleh kucuran kredit perbankan yang meningkat sebesar 13% dari tahun 2015. "Ada kenaikan sebesar 13% atau Rp88 triliun dari total kucuran kredit perbankan yang sebesar Rp600 triliun tahun 2015 menjadi Rp688 triliun tahun 2016," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




