Keluarga Korban Ledakan Thamrin Masih Trauma

Rabu, 20 Januari 2016 | 15:59 WIB
VS
FB
Penulis: Vento Saudale | Editor: FMB
Arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin pasca serangan teroris, Kamis (14/1).
Arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin pasca serangan teroris, Kamis (14/1). (Beritasatu.com/ Lenny Tristia Tambun)

Bogor - Keluarga Aldi Tardiansah mengaku masih trauma dengan pristiwa ledakan Thamrin Kamis lalu. Pascakejadian Aldi masih dalam perawatan di kediamannya Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Sejak Senin kemarin, Aldi sudah diperbolehkan pulang setelah empat hari dirawat di Rumah Sakit Adi Waluyo, Jakarta. Rabu (20/1) pagi, Aldi kembali harus menjalani sejumlah pemeriksaan.

"Ia tadi beberapa dokter dan polisi tiba di rumah sekitar pukul 09.00 WIB dan Senin depan Aldi juga masih harus menjalani pemulihan," kata Ati (55) neneknya.

Pascaledakan, Ati menuturkan jika keluarga masih was-was dan cemas terkait keberadaan Aldi. Ia pun menolak jika wajah Aldi kerap ditayangkan atau dimunculkan dalam pemberitaan.

Menurut Ati, kondisi Aldi sudah terlihat sehat dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Aldi hanya mengalami sedikit memar di tubuh dan gangguan pendengaran akibat suara ledakan di Starbucks tempat cucu keduanya bekerja.

Aldi merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Saat ini ia tinggal bersama nenek, kakek dan bibinya. Tidak ada yang mencolok dari kelurga Tardiansyah. Bahkan Aldi menjadi salah satu tulang punggung ekonomi di kelurga.

Selesai menamatkan sekolah kejuruan, Aldi yang saat ini berusia 17 tahun mengikuti pelatihan pengamanan. Melalui yayasan tersebut, Aldi dipekerjakan sebagai satuan pengamanan di Starbucks Thamrin dan baru dua pekan bekerja

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon