Polda Sulteng Ungkap 17 Nama Baru DPO Poso, 3 Perempuan

Kamis, 21 Januari 2016 | 09:35 WIB
JL
JM
Penulis: John Lory | Editor: JEM
Sejumlah personil Inafis memeriksa tempat kejadian perkara tewasnya salah satu teroris anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso usai baku tembak antara Densus 88 Anti Teror Polri, Brimob dengan sedikitnya 12 orang teroris, di pegunungan desa Sakina Jaya kecamatan Parigi Utara, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, 3 April 2015
Sejumlah personil Inafis memeriksa tempat kejadian perkara tewasnya salah satu teroris anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso usai baku tembak antara Densus 88 Anti Teror Polri, Brimob dengan sedikitnya 12 orang teroris, di pegunungan desa Sakina Jaya kecamatan Parigi Utara, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, 3 April 2015 (Antara/Zainuddin MN)

Palu -  Kepolisian Daerah (Polda) SulawesiTengah (Sulteng) kembali merilis 17 nama baru dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme pimpinan Santoso alias Abu Wardah. Tiga nama di antaranya adalah perempuan.

Kepala Operasi Tinombala 2016, Kombes Pol Leo Bona Lubis mengungkapkan, 17 nama baru yang masuk jaringan kelompok Santoso itu ditetapkan berdasarkan pengembangan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota kelompok Santoso yang telah ditangkap pada operasi-operasi sebelumnya di sejumlah lokasi di wilayah Poso.

"Ini berdasar hasil pengembangan," jelas Kombes Leo di Poso, Kamis (21/1).

Meski identitas dari 17 nama tersebut belum dapat dijelaskan secara rinci, namun dipastikan mereka adalah DPO baru diluar dari 28 nama DPO lama yang belum berhasil ditangkap.

"Yang jelas, 17 ini semua nama baru dan tiga di antaranya adalah perempuan," kata Leo.

Disinyalir, tiga orang perempuan yang bergabung berinisial Um, Ud, dan Uf, salah satunya adalah istri Santoso.

Leo yang juga Wakapolda Sulteng itu mengatakan, dengan masuknya 17 nama baru, maka jumlah keseluruhan DPO kasus terorisme yang diburu di Poso menjadi 45 orang. Sebelumnya, pada operasi Camar Maleo I hingga IV, jumlah DPO yang diburu sebanyak 28 orang.

Dia menyebutkan ada kemungkinan jumlah DPO kasus terorisme Poso akan terus bertambah, mengingat pasukan gabungan TNI-Polri tengah menggelar operasi Tinombala hingga 10 Maret 2016.

Operasi Tinombala 2016 adalah operasi di bawah komando Polda Sulteng yang melibatkan sekitar 2.000 personel gabungan TNI-Polri.

Operasi yang dimulai sejak 10 Januari itu tetap menarget kelompok teroris pimpinan Santoso yang hingga saat ini belum berhasil ditangkap.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon