Dua Terduga Teroris yang Tewas di Poso Dipastikan Anggota Kelompok Santoso

Rabu, 10 Februari 2016 | 10:10 WIB
JL
IC
Penulis: John Lory | Editor: CAH
Wakapolda Sulteng yang juga Kepala Operasi Tinombala Poso, Kombes Pol Leo Bona Lubis saat memberikan keterangan pers terkait perburuan kelompok bersenjata Poso, di Mapolda Sulteng, Rabu, 10 Februari 2016.
Wakapolda Sulteng yang juga Kepala Operasi Tinombala Poso, Kombes Pol Leo Bona Lubis saat memberikan keterangan pers terkait perburuan kelompok bersenjata Poso, di Mapolda Sulteng, Rabu, 10 Februari 2016. (Suara Pembaruan/John Lory)

Palu - Wakapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Kombes Pol. Leo Bona Lubis memastikan, dua terduga pelaku terorisme yang tewas dalam aksi baku tembak dengan aparat keamanan di Poso, adalah anggota kelompok Santoso yang bertugas menyuplai kebutuhan logistik.

Keduanya diidentifikasi sebagai anggota kelompok Santoso, gembong pemimpin terorisme yang paling dicari-cari oleh polisi, dan belum berhasil ditangkap sampai hari ini.

"Saya tidak bisa sebutkan identitas keduanya sekarang, namun statusnya sudah jelas sebagai anggota Santoso yang menyuplai logistik," kata Kombes Leo kepada wartawan seusai pelepasan jenazah Brigadir Polisi Wahyudi Syahputra, Rabu (10/2) pagi di Mapolda Sulteng.

Kepala Operasi Tinombala Poso itu mengatakan, saat ini DNA kedua jenazah sudah dikirim ke Laboratorium Forensik di Makassar kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan data antemortem yang dikumpulkan polisi.

Seperti diketahui aksi baku tembak antara aparat keamanan dan kelompok terduga terorisme terjadi Selasa (9/2) sekitar pukul 10.28 Wita, di Desa Sangginoro, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso.

Kontak senjata itu berawal ketika personel operasi menerima informasi intelejen bahwa ada sekolompok orang yang mencurigakan menggunakan mobil ingin membeli sembako di Desa Sangginora.

Selanjutnya empat personel Brimob dan dua personel TNI langsung mendatangi lokasi tempat mobil dan orang yang dicurigai. Saat Brigadir Wahyudi Syahputra akan melakukan pemeriksaan, dari dalam mobil pelaku langsung melakukan tembakan ke arah Brigadir Wahyudi dan mengenai wajah koban.

Mengetahui hal tersebut maka secara taktis anggota Brimob dan TNI melakukan tembakan balasan sehingga dua orang kelompok bersenjata dalam mobil yang diduga kelompok Santoso meninggal dunia.

Satu anggota Polri yang gugur atas nama Brigadir Wahyudi Syahputra, secara organik bertugas di Subden 3 Den B Pelopor yang berkedudukan di Desa Marowo, Kecamatan Ulubongka, Kecamatan Tojo Una-Una, Sulteng.

Almarhum pada Rabu pagi, sudah diterbangkan menggunakan pesawat komersial ke kampung halamannya di Medan Sumatera Utara untuk dimakamkan di sana.

Kombes Leo menyebutkan, pascakontak senjata itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang didapat di tempat kejadian perkara (TKP).

Barang bukti tersebut antara lain, satu unit mobil Isuzu Panther pick up warna hitam DD 8547 OP, satu senjata api jenis FN dengan nomor senpi 888713, 12 bom lontong, lima karung beras, dua jerigen minyak goreng bimoli lima liter, empat rak telur, tiga tas cokelat, tiga butir amunisi 99mm, satu magazen, satu senter kepala, satu dos mie sedap serta satu ikat buah durian.

Saat ini sekitar 2.000 pasukan gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Tinombala Poso 2016 terus melakukan perburuan terhadap Santoso dan anggotanya di Pegunungan Poso. Diperkirakan kelompok bersenjata itu sudah terjepit dan kekurangan pasokan bahan makanan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon