Perbaiki Jalan Rusak, Bina Marga Jakut Percepat Laporan Warga Lewat Qlue
Sabtu, 12 Maret 2016 | 14:56 WIB
Jakarta- Sebanyak 131 titik jalan rusak yang tersebar di enam wilayah kecamatan Kota Administrasi Jakarta Utara sudah diperbaiki oleh Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara selama dua bulan terakhir di awal tahun 2016.
Instansi yang berwenang dalam memperbaiki jalan dan jembatan itu juga berjanji untuk menindaklanjuti (TL) laporan warga dalam waktu kurang dari satu minggu bagi warga yang melaporkan kondisi jalan rusak melalui aplikasi Qlue.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Hamdan, mengatakan pihaknya sudah memperbaiki sebanyak 131 titik jalan rusak yang sebagian besar tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Priok dan Kecamatan Cilincing.
"Sebagian jalan utama yang mengalami kerusakan baik berlubang ataupun retak akan langsung kita tangani dengan cara di tambal sulam menggunakan aspal, terutama jalan yang memang menjadi sumber utama kemacetan," kata Hamdan, Jumat (11/3).
Menurutnya, pihaknya juga akan melakukan upaya penambalan darurat di jalan yang seharusnya menjadi kewenangan kontraktor Akses Tol Priok (ATP) di sepanjang Jalan Cilincing Raya dan Jalan Cakung Cilincing.
"Kalau lubangnya dalam sekali pasti kita upayakan minimal untuk diuruk menggunakan batu makadam dan ratakan supaya lubang tidak terlalu dalam, tapi tidak bisa kita lakukan pengaspalan karena dilokasi itu lalu lintas truk kontainer sangat tinggi jadi pengaspalan sama saja seperti membuang garam di tengah laut," tuturnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan perbaikan jalan dengan sistem betonisasi baru bisa dilakukan di pertengahan tahun ini karena pihaknya baru dapat menyelesaikan proses lelang kontrak pada akhir Mei 2016 yang rencananya akan ada 121 paket lelang baik pengerjaan fisik jalan maupun jembatan.
"Untuk betonisasi tahun ini memang jumlah paketnya tidak sebanyak tahun lalu, karena sebagian besar jalan yang masuk dalam program betonisasi sudah rampung tahun lalu, sedangkan tahun ini hanya tinggal menyelesaikan beberapa paket lanjutan," ungkap Hamdan.
Dengan jumlah sembilan personil Satgas Zero Hole di tingkat kecamatan dan 18 personil Satgas di tingkat Suku Dinas, ia optimistis bisa segera mengerjakan perbaikan dari laporan masyarakat yang muncul di aplikasi Qlue dalam waktu minimal 7x24 jam.
"Masyarakat silakan melapor jalan rusak yang ada di permukiman atau ia lintasi sehari-hari kepada kami, insya Allah akan kami langsung selesaikan dalam waktu kurang dari seminggu, memang sistem kerja cepat seperti ini sudah menjadi atensi Bapak Gubernur sehingga masyarakat langsung merasakan hasil kerja kita," tambahnya.
Ia juga berharap Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara dan anggota PPSU terus bersinergi untuk membuat saluran drainase maupun saluran penghubung semakin diperlancar dan diperbesar daya tampungnya sehingga mengurangi jumlah genangan di Jakarta Utara.
"Logikanya saja kalau jalan terus-terus terendam air pasti akan semakin cepat rusak, tapi kalau diguyur hujan air langsung mengalir ke saluran dan tali air pasti jalan akan jauh lebih tahan lama," ucap Hamdan.
Saat ini, menurutnya, pihaknya akan terus melakukan perbaikan di Jalan RE Martadinata dan Jalan Yos Sudarso yang banyak ditemui jalan berlubang dengan kedalaman bervariasi antara 5-20 centimeter.
Sedangkan untuk Jalan Lodan Raya pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan untuk Jalan Cilincing Raya serta Jalan Cakung Cilincing dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selaku pelaksana utama pengerjaan Akses Tol Tanjung Priok (ATP).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




