Pengamat: Pilkada Demokratis Butuh Banyak Kandidat
Selasa, 15 Maret 2016 | 20:11 WIB
Jakarta - Peneliti dari Center for Democratization Studies Indonesia (Cedesindo) Mulyono menyatakan, pemilihan kepala daerah (pilkada) yang demokratis membutuhkan variasi kandidat. Tujuannya agar pemilih dapat memiliki opsi-opsi alternatif terhadap calon pemimpin mereka
"Calon pemimpin muda menjadi salah satu faktor penting untuk membuat sistem demokrasi mampu menghasilkan perubahan yang lebih kreatif dan dekat dengan permasalahan rakyatnya," kata Mulyono di Jakarta, Selasa (15/3).
Mulyono mengatakan hal itu untuk merespons banyaknya bakal calon gubernur DKI Jakarta. Nama-nama yang berniat masuk bursa gubernur DKI Jakarta antara lain Yusril Ihza Mahendra, Ahmad Dhani, Adhyaksa Dault, dan Muhammad Idrus. Mereka akan bersaing keras dengan Gubernur DKI saat ini sekaligus kandidat kuat pemenang pilkada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Di sisi lain, Muhammad Idrus, salah satu bakal calon gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyatakan, warga Jakarta perlu digugah untuk bersama-sama membangun Jakarta yang lebih keren di bidang tata kota, transportasi, pendidikan, ekonomi dan budaya. Konsep keren yang diusung Muhammad Idrus mencita-citakan tersedianya fasilitas publik yang nyaman, aman, adil dan merata untuk seluruh warga Jakarta.
"Mimpi besar harus didukung dan diwujudkan dengan sikap positif. Permasalahan di Jakarta perlu disikapi secara kreatif, out of the box, serta didekati dengan cara-cara yang bermartabat," kata dia.
Menjadi kandidat gubernur di Jakarta di tengah hiruk pikuk politik petahana bukanlah upaya yang mudah. Namun, dengan sikap dan nalar yang positif, Muhammad Idrus bisa menjadi kuda hitam di dalam kontestasi politik Pilkada Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




