Perundingan Damai Suriah Dilanjutkan 9 April 2016

Jumat, 25 Maret 2016 | 03:18 WIB
HA
B
Penulis: Happy Amanda Amalia | Editor: B1
Utusn PBB untuk Suriah Staffan de Mistura saat menggelar konferensi pers di markas PBB, Jenewa, Kamis, 24 Maret 2016.
Utusn PBB untuk Suriah Staffan de Mistura saat menggelar konferensi pers di markas PBB, Jenewa, Kamis, 24 Maret 2016. (AFP Photo/Fabrice Coffrini)

Jenewa – Utusan Perserikatan Bangsa_Bangsa (PBB) untuk Suriah Staffan de Mistura menyampaikan, Kamis (24/3) waktu setempat, bahwa dia bertujuan melanjutkan perundingan damai pada 9 April 2016. Dengan demikian dia mengabaikan permintaan rezim Pemerintah Suriah untuk tidak melanjutkan negosiasi sampai pemilihan parlemen dilaksanakan pada 13 April 2016.

"Target tanggal dimulai pada 9 April," kata de Mistura kepada wartawan, pada saat menyimpulkan babak perundingan sebelum jadwal jeda.

Saat ditanya tentang permintaan Damaskus supaya menunggu hingga usai pemilihan, de Mistura menyebutkan: "Satu-satunya pemilu di mana saya merasa berwenang untuk berkomentar adalah pemilu itu akan diawasi oleh PBB. Itu berarti pemungutan suara dilaksanakan setelah kesepakatan damai disepakati.

Sebelum meninggalkan Jenewa, Juru Runding Pemerintah Suriah Bashar al-Jaafari mengatakan kepada de Mistura bahwa pihaknya tidak akan bersedia melakukan perundingan lebih lanjut hingga pemilihan anggota parlemen dilaksanakan.

Akan tetapi de Mistura menegaskan, PBB tidak akan mempertimbangkan pemilu apapun yang diselenggarakan oleh pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Sebelumnya Dewan Keamanan (DK) PBB mengesahkan resolusi, pada Desember yang bertujuan membuka jalan bagi perundingan Jenewa dan meminta pemilu Suriah digelar 18 bulan setelah pemerintahan transisi disepakati.

"Pemilu lainnya, saya tidak akan berkomentar," ujar de Mistura.
Selain itu, dia mencatat bahwa masalah logistik dapat memaksa pejabat memulai babak berikutnya yang awalnya didorong dilakukan pada 10 April, namun beberapa delegasi mungkin tidak dapat tiba di Jenewa hingga pertengahan bulan.

"Salah satu hal besar tentang perundingan langsung adalah bahwa mereka sangat fleksibel," kata de Mistura kepada wartawan, seraya menekankan dalam perundingan tak langsung, para peserta dapat tiba dalam waktu-waktu berbeda.

Di sisi lain, babak perundingan itu baru saja dimulai 14 Maret. Kelompok oposisi utama, Komite Tinggi Negosiasi (HNC) mengungkapkan pelaksanaan perundingan selama dua pekan terakhir telah meletakkan dasar-dasar untuk pembicaraan substantif bulan depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon