74 Sekolah di Wilayah II Jakarta Utara Sudah Terapkan UNBK

Senin, 4 April 2016 | 10:23 WIB
CF
WP
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: WBP
Sejumlah siswa-siswi SMAN 73 Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menjalani persiapan untuk mengikuti Ujian Nasional berbasis Komputer (Computer Based Test), Senin (4/4).
Sejumlah siswa-siswi SMAN 73 Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menjalani persiapan untuk mengikuti Ujian Nasional berbasis Komputer (Computer Based Test), Senin (4/4). (SP/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta- Sebanyak 74 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Wilayah II (Kecamatan Cilincing, Kecamatan Koja, dan Kecamatan Kelapa Gading), Jakarta Utara, melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (4/4). Hanya satu sekolah yang masih menggunakan kertas dan pensil yakni SMAN 83 Sukapura karena keterbatasan komputer, laboratorium, dan jaringan koneksi fiber internet.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Budi Sulistiono, mengatakan ada 75 sekolah setingkat SMA yang mengikuti Ujian Nasional‎ dengan diikuti 9.754 siswa. Perinciannya, 3.906 pelajar SMA dan 5.028 pelajar SMK, sedangkan sisanya pelajar kategori Luar Biasa dan warga kejar Paket C.

"Kesiapan anak didik seluruhnya sudah kita siapkan dengan baik, ‎Insya Alloh seluruh sekolah kecuali SMAN 83 sudah menggunakan UNBK semoga pelaksanaan UNBK hingga enam hari ke depan berjalan lancar," ujar Budi, Senin (4/4) saat meninjau SMAN 73 Semper Timur.

Menurutnya, dengan infrastruktur dan jaringan komputer di sekolah yang didukung Pemprov DKI Jakarta, maka hampir sebagian besar sekolah negeri sudah bisa mengikuti Ujian Nasional berbasis komputer. "Apabila ada sekolah swasta yang tidak memenuhi kualifikasi dan syarat, maka bisa menggunakan komputer yang ada di sekolah negeri, apalagi di Jakarta ini sudah banyak provider internetnya," tambah Budi.

Budi menegaskan, Ujian Nasional 2016 menggunakan motto 'Prestasi Tinggi dan Integritas Terpuji'. Oleh sebab itu, seluruh pelajar sudah diberikan pemahaman dan penerapan konsep mengerjakan UN dengan jujur. "Untuk SLB, kita ada enam kelas karena pesertanya tuna rungu, itu memang tidak berbasis komputer, tapi sistem penilaiannya tetap sama, dengan spesifikasi teknis khusus, tapi kisi-kisi sama, hanya jenis soal dan perlakuan terhadap anak didiknya yang berbeda," lanjutnya.

Menurut hasil pengamatan Suara Pembaruan di lokasi SMAN 73, para pelajar sudah mulai memasuki ruang ujian di kelas masing-masing tepat pada Pukul 07.00 WIB. Mereka duduk di meja komputer dan mengerjakan soal yang sudah ditampilkan di layar dengan tenang dan mendapatkan pengawasan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon