Gede Pasek: Nazaruddin Lagi Panik
Senin, 12 Maret 2012 | 17:50 WIB
Terdakwa kasus proyek Wisma Atlet SEA Games 2011, Muhammad Nazaruddin membuat pernyataan kontroversial di Sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (12/3).
Kali ini, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mennyebut nama koleganya di Demokrat, I Gede Pasek Suardika memainkan proyek bernilai Rp120 miliar.
Namun, I Gede Pasek Suardika langsung membantah saat dikonfirmasi wartawan terkait tuduhan Nazaruddin itu, di gedung DPR, Jakarta, Senin (12/3).
"Saya enggak punya perusahaan yang bergerak di bidang apapun, apalagi nilainya besar. Pak Nazaruddin lagi panik karena saya konsisten menjaga partai," bantah Pasek.
Menurut Pasek, tuduhan Nazaruddin ini tidak masuk akal karena dirinya tidak kenal dekat dengan Nazaruddin, meskipun sama-sama politikus Partai Demokrat.
Pasek juga menyayangkan langkah Nazaruddin yang selalu melempar isu dan menyebut nama tanpa argumen yang kuat.
"Semua orang yang menjaga Partai Demokrat diserang sama dia," imbuh dia.
Ditambahkan Pasek, Nazaruddin sengaja melempar isu baru agar penegak hukum terpecah konsentrasi dalam penyitaan aset yang bersangkutan dan menunda upaya pemulangan Neneng, istri Nazaruddin yang saat ini masih buron.
"Kami mendesak penegak aparat untuk menyita aset Nazaruddin. Kenapa selalu melempar sesuatu yang baru agar (penegak hukum) tidak mengejar asetnya," papar anggota Komisi III DPR itu.
Sebelumnya, Nazaruddin sendiri dalam pengakuannya hari ini, tidak merincin proyek yang terkait dengan Pasek. Namun, Nazaruddin hanya menyebutkan proyek tersebut merupakan proyek Komisi X DPR.
Kali ini, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mennyebut nama koleganya di Demokrat, I Gede Pasek Suardika memainkan proyek bernilai Rp120 miliar.
Namun, I Gede Pasek Suardika langsung membantah saat dikonfirmasi wartawan terkait tuduhan Nazaruddin itu, di gedung DPR, Jakarta, Senin (12/3).
"Saya enggak punya perusahaan yang bergerak di bidang apapun, apalagi nilainya besar. Pak Nazaruddin lagi panik karena saya konsisten menjaga partai," bantah Pasek.
Menurut Pasek, tuduhan Nazaruddin ini tidak masuk akal karena dirinya tidak kenal dekat dengan Nazaruddin, meskipun sama-sama politikus Partai Demokrat.
Pasek juga menyayangkan langkah Nazaruddin yang selalu melempar isu dan menyebut nama tanpa argumen yang kuat.
"Semua orang yang menjaga Partai Demokrat diserang sama dia," imbuh dia.
Ditambahkan Pasek, Nazaruddin sengaja melempar isu baru agar penegak hukum terpecah konsentrasi dalam penyitaan aset yang bersangkutan dan menunda upaya pemulangan Neneng, istri Nazaruddin yang saat ini masih buron.
"Kami mendesak penegak aparat untuk menyita aset Nazaruddin. Kenapa selalu melempar sesuatu yang baru agar (penegak hukum) tidak mengejar asetnya," papar anggota Komisi III DPR itu.
Sebelumnya, Nazaruddin sendiri dalam pengakuannya hari ini, tidak merincin proyek yang terkait dengan Pasek. Namun, Nazaruddin hanya menyebutkan proyek tersebut merupakan proyek Komisi X DPR.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




