Kapolri: Kelompok Santoso Tersisa 23 Orang

Senin, 16 Mei 2016 | 13:29 WIB
FA
AB
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: AB
Sejumlah aparat gabungan TNI-Polri berjaga di gerbang masuk dan keluar Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 5 April 2016. Penjagaan dan pemeriksaan setiap kendaraan yang keluar dan masuk itu adalah rangkaian dari taktik mempersempit ruang gerak kelompok teroris Santoso yang kini kian terdesak di hutan Poso. Antara/Basri Marzuki
Sejumlah aparat gabungan TNI-Polri berjaga di gerbang masuk dan keluar Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 5 April 2016. Penjagaan dan pemeriksaan setiap kendaraan yang keluar dan masuk itu adalah rangkaian dari taktik mempersempit ruang gerak kelompok teroris Santoso yang kini kian terdesak di hutan Poso. Antara/Basri Marzuki

Jakarta - Pengejaran kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Santoso alias Abu Wardah, kembali membuahkan hasil.

"Kemarin memang terjadi kontak tembak dengan pasukan operasi, tim TNI-Polri, dengan dua orang kelompok Santoso. (Jenazah, Red) dua orang ini masih dilakukan identifikasi. Mereka tidak membawa identitas," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Mabes Polri Senin (16/5).

Menurutnya, dengan tewasnya dua orang itu, maka kelompok teroris yang beroperasi di hutan di pedalaman Poso itu tinggal tersisa antara 22 sampai 23 orang. Itu termasuk satu orang dari Uighur.

"Kemarin juga ada (etnis Uighur) yang tertangkap Imigrasi dan sudah menggunakan identitas Indonesia. Kita dalami kenapa masuk ke Indonesia. Apa termasuk dalam kelompok jaringan terorisme atau tidak," sambungnya.

Menurut Badrodin, satu orang asal Uighur itu ditangkap di Jakarta dua hari yang lalu dan kini diperiksa oleh Densus 88/Antiteror.

Seperti diberitakan, kelompok Santoso diyakini menguasai senjata pabrikan, seperti M-16 dan SS1. Senjata itu diperkirakan didapat dari Filipina selatan dan sisa konflik masa lalu.

Menurut Badrodin, kelompok Santoso ini--yang juga diperkuat oleh etnis asal Uighur-- bersembunyi di hutan dengan luas sekitar 60 km persegi. Luasnya medan pengejaran membuat sekitar 2.000 anggota TNI-Polri yang terlibat Operasi Tinombala belum berhasil menumpas tuntas kelompok ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon