Netanyahu Hampir Sepakati Pemerintahan Persatuan
Kamis, 19 Mei 2016 | 00:26 WIB
Yerusalem – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu hampir menyepakati persetujuan pembentukan pemerintah persatuan dengan para pemimpin oposisi utama. Menurut media Israel, Rabu (18/5), langkah tersebut dapat membantu menghidupkan kembali perundingan damai dengan Palestina.
Dilaporkan oleh media setempat, ketua sayap kanan Partai Likud dilaporkan terlibat dalam negosiasi intens dengan Ketua Partai Buruh Isaac Herzog, beberapa pekan terakhir, sebagai upaya untuk membentuk pemerintah persatuan nasional.
Dalam laporan disebutkan, partai Herzog, yang terbentuk dari partai Serikat Zionis dengan Hatnuah, dapat memberikan kesepakatan koalisi yang memungkinkan kepada partainya dalam beberapa hari.
Namun, masuknya Herzog ke dalam pemerintah akan mendapat pengawasan ketat dari masyarakat internasional karena memiliki ampak potensial terhadap proses perdamaian yang hampir mati dengan Palestina.
Selain itu, penyokong negara Palestina merdeka, Herzog, disebut-sebut berpotensi menjadi menteri luar negeri. Untuk sementara, kini peranan itu dipikul oleh Netanyahu di atas perannya sebagai perdana menteri.
Sebelumnya, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Selasa (17/5), mendesak Israel dan Palestina untuk mengambil langkah-langkah bersejarah demi mencapai perdamaian. Akan tetapi, komentar tersebut ditafsirkan oleh para analis sebagai upaya untuk mendorong gagasan Herzog bergabung di dalam pemerintahan.
Menurut sumber dari kedua belah pihak yang dikutip surat kabar Jerusalem Post, apabila, pemerintah persatuan nasiona dibentuk maka Netanyahu dan Herzog dapat mengunjungi Mesir untuk meluncurkan inisiatif perdamaian di bawah naungan presiden Mesir.
Akan tetapi masih ada hambatan pada koalisi, yakni kekuatan dalam kedua kubu dan pernyataan-pernyataan yang menekankan bahwa kesepakatan itu masuh jauh dari kepastian.
Di sisi lain, rival uama Herzog dalam Partai Buruh, Shelly Yachimovich, menggambarkan kemungkinan aliansi itu sebagai pembantaian.
Dalam akun pribadi Facebooknya, dia berjanji untuk memperjuangkan keadilan, pemerintahan yang bersih, ideologi, dan kehormatan partai.
Sedangkan dalam Partai Likud, beberapa anggotanya menyebutkan bahwa mereka lebih memilih beraliansi dengan partai nasionalis Israel, Beiteinu ketimbang dengan Buruh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




