Lorenzo Ingin Bungkam Para Pengkritiknya

Rabu, 25 Mei 2016 | 06:20 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Pembalap Movistar Yamaha Jorge Lorenzo membuat tanda
Pembalap Movistar Yamaha Jorge Lorenzo membuat tanda "tutup mulut Anda" kepada penonton di Qatar, 20 Maret 2016. (Crash.net)

Juara dunia MotoGP Jorge Lorenzo mengatakan perjuangannya dalam mengalahkan Marc Marquez dan menjuarai Grand Prix Italia akan bisa membungkam sebagian pengkritiknya.

Kemenangannya di Mugello akhir pekan lalu adalah trofi ke-43 baginya di kelas premier.

Namun di MotoGP baru keenam kalinya pembalap Yamaha itu bisa menang dari posisi start di luar baris terdepan , dan sebanyak 16 kemenangan diraih dari pole position.

Lorenzo sendiri terkenal dengan gayanya mengendalikan lomba sejak putaran pertama, sehingga muncul keraguan bahwa dia bisa menang dari posisi start belakang dan melakukan manuver-manuver menyalip yang krusial.

Setelah memulai dari posisi lima, bertahan dari gempuran rekan setim Valentino Rossi dan kemudian bertarung sengit dengan Marquez di putaran akhir untuk menang dengan selisih hanya 0,019 detik, Lorenzo merasa telah melakukan pembuktian.

"Memang orang yang tidak suka Anda akan tetap menemukan cara untuk mengkritik. Saya memenangi banyak balapan dari belakang, dari start yang buruk, banyak menyalip, sering di posisi kedua dan akhirnya menang di putaran terakhir," ujar Lorenzo.

"Saya melakukan itu di kelas 125cc, 250cc, dan tahun-tahun pertama saya di MotoGP ketika saya tidak mengawali terlalu bagus. Namun jelas kalau Anda bisa melakukan start dengan bagus, sukses di putaran pertama, kenapa tidak mengambil keuntungan dari hal ini?"

"(Di Mugello) saya membuktikan kalau saya bisa menang bukan dengan laju motor terbaik dan tidak dari pole position. Ini motivasi lain untuk sedikit membungkam orang-orang yang mengkritik tanpa melihat sejarah atau statistik."

Apakah drama di Mugello itu kemenangan terbaiknya?

"Ini lucu karena kemenangan terakhir yang diraih dengan pertempuran selalu menjadi yang terbaik. Sulit untuk mengenang yang sebelumnya," jawab Lorenzo.

"Saya beruntung bisa memenangi banyak balapan dengan pertempuran, dan terlibat duel menegangkan dengan banyak pembalap di masa lalu."

"Saya tak akan pernah lupa kemenangan pertama (125cc) di Brasil pada 2003 dengan perjuangan lap terakhir yang sulit dipercaya, atau di MotoGP atas Marc di Silverstone (musim 2013, di mana Lorenzo unggul 0,081 detik).

"Saya akan memilih yang di Silverstone itu, namun yang ini juga cukup mendekati."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon