Kubu Brexit akan Ambil Langkah Hukum
Kamis, 9 Juni 2016 | 23:50 WIB
London – Kubu Brexit atau Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) menuding pemerintah berusaha mencurangi proses referendum Uni Eropa dan mengancam akan mengambil langkah hukum, Kamis (9/6). Hal ini diungkapkan pada saat mantan Walikota London Boris Johnson mengambil ancang-ancang dalam debat kampanye pertama di televisi.
Sebelumnya, para anggota parlemen Inggris telah menyetujui undang-undang darurat untuk memperpanjang masa pendaftaran pemilih. Langkah tersebut membuat kelompok yang memilih Keluar dari Uni Eropa ini marah karena ada banyak permintaan yang datang terlambat dari para pemilih muda, yang pro-Uni Eropa.
Menurut Arron Banks, co-chairman kelompok Keluar dari Uni Eropa, ini jepas merupakan upaya-upaya untuk mencurangi referendum atau minimal memberikan keuntungan.
"Ini adalah upaya putus asa dengan membuka pedaftaran sebanyak mungkin kepada para pemilih yang ingin menetap di Uni Eropa. Oleh karena itu kami mempertimbangkan semua pilihan hukum yang tersedia," ujarnya.
Sedangkan anggota parlemen Konservatif Bernard Jenkin mengatakan pemungutan suara untuk mengubah aturan pemilu selama kampanye berada di puncak legalitas.
"Jika kita memandang hal ini terjadi di beberapa demokrasi yang masih hijau di bekas Uni Soviet atau Afrika, apa yang akan kita katakan tentang pelaksanaan jajak pendapat ini? Tanyanya, selama debat sebelum akhirnya kebijakan disetujui.
Awal mulanya, pelanggaran itu dipicu oleh kesalahan situs pendaftaran pemerintah menjelang tenggat waktu sebelum Selasa (7/6) tengah malam watu setempat, yang kemudian berubah menjadi perdebatan sengit menjelang pemungutan suara.
Sekarang batas waktunya ditetapkan, pada Kamis tengah malam waktu setempat.
Adapun sekitar 132 ribu dari 525 ribu orang yang berhasil mendaftar, pada Selasa, berusia di bawah 25 tahun. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan sekitar 13 ribu orang dari kelompok usia 65-74 tahun.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan sekaligus pendukung kelompok yang memilih Tetap di Uni Eropa, Nicky Morgan menyampaikan kini kelompok yang memilih Keluar dari Uni Eropa telah berubah menjadi sekelompok ahli teori konspirasi.
Kelompok yang memilih Tetap di blok Uni Eropa ini mendapat dukungan lain ketika anggota parlemen konservatif Sarah Wollaston mengumumkan dia beralih dari sisi kelompok Keluar dari Eropa. Dia mengatakan kepada BBC, Rabu (8/6) malam waktu setempat, kalau dirinya merasa tidak nyaman dengan kredibilitas klaim-klaim mereka tentang biaya keanggotaan Uni Eropa.
Mantan Perdana Menteri Konservatif John Mayor dan rival politiknya di era 1990-an – Tony Blair menempatkan pertempuran masa lalu ke satu pihak dengan mengeluarkan peringatan bahwa memilih keputusan untuk meninggalkan Uni Eropa akan menjadi kesalahan bersejarah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




