Rentan Gesekan Antarpemuda, Polsek Koja Berdayakan RT dan RW
Senin, 20 Juni 2016 | 16:04 WIB
Jakarta- Kepolisian Sektor (Polsek) Koja berhasil membekuk dua orang gerombolan pemuda yang terlibat pengeroyokan terhadap salah satu pemuda hingga tewas pada Sabtu (18/6) lalu di Jalan F, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Pascakejadian yang bermula dari saling ejek, kemudian berujung pada tawuran dan pengeroyokan itu, pihak kepolisian mengamankan dua orang, yakni Ilham Fauzi (23) dan Luis Fernando Hutagaol (19) yang merupakan otak pelaku dan eksekutor dari pengeroyokan tersebut.
Kapolsek Koja, Kompol Supriyanto, mengatakan wilayah Koja memiliki karakter mudah sekali terjadi gesekan di antara pemudanya karena masalah-masalah sepele yang kemudian berujung dengan munculnya permusuhan di antara kelompok pemuda.
"Pemuda yang terlibat tawuran ini bukan baru sekali dua kali, tapi sebelumnya sudah sering kali terlibat perselisihan sehingga masih menyisakan dendam di antara dua belah pihak," ujar Supriyanto, Senin (20/6) siang di Kantor Polsek Koja.
Menurutnya, kejadian yang menimpa Reza Agustian (24) merupakan puncak dari keributan antarpemuda yang sering terjadi antara Kelurahan Lagoa dengan kelurahan-kelurahan di sekitarnya.
"Kita akan tingkatkan partisipasi dari pengurus RT dan RW untuk bersinergi dengan bhabinkamtibmas maupun babinsa di wilayahnya masing-masing untuk mencegah ataupun menanggulangi terjadinya tawuran," tambahnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, persoalan keamanan di wilayah Koja memang sangat riskan dengan aktivitas tawuran dan pengeroyokan antarpemuda. Oleh sebab itu, keaktifan masyarakat untuk melapor kondisi di lingkungannya harus ditingkatkan.
"Apalagi di kasus pengeroyokan yang dilakukan Ilham dan Luis ini mereka sudah memodifikasi celurit yang biasanya panjangnya seperti sabit atau ani-ani menjadi lebih panjang seperti panjang samurai yang lekukan celuritnya sama dengan ukuran pinggang orang dewasa," lanjut Supriyanto.
Saat diintrogasi oleh pihak kepolisian, Luis Fernando mengaku merasa dendam dengan korban pasalnya saat tawuran beberapa bulan yang lalu ada kawannya yang mengalami luka robek pada tangan maupun kepala bocor akibat serangan dari kawanan korban.
"Makanya kemarin pas Sabtu dini hari saat saya bertemu dengan korban langsung terlintas pikiran untuk balas dendam dan mengeroyok korban yang sedang sendirian," kata Luis yang merupakan residivis komplotan curanmor dari Lampung itu.
Sedangkan Ilham Fauzi mengaku melakukan pengeroyokan terhadap korban awalnya dengan menggunakan bambu, namun saat sedang mengeroyok korban ada seorang temannya yang memberikan celurit kepadanya.
"Saya spontan saja membacok korban satu kali tapi dengan sekuat tenaga, setelah kejadian itu korban tidak bergerak sama sekali terkapar di jalan, sedangkan kami melarikan diri," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




