Ayah Mirna: Seribu Kasus Orang Diracun Tak Ada Satu Pelaku Mengakui
Selasa, 21 Juni 2016 | 16:17 WIB
Jakarta-Dermawan Salihin, ayah korban Wayan Mirna Salihin yang tewas diduga akibat menenggak kopi beracun sianida mengatakan, dari seribu kasus orang diracun tak ada satu pun pelaku mengakui perbuatannya.
"Ini pembunuhan ya. Racun orang itu, seribu kasus, satu pun tidak ada yang mengaku. Nah ini terjadi sama Jessica (tidak mau mengaku)," ujar Dermawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (21/6).
Dikatakan Dermawan, tidak hanya kasus racun, Jessica juga tidak mengakui kalau pernah punya catatan kriminal saat tinggal di Australia.
"Waktu dia pecahin kacanya cowoknya, tidak ngaku dia sama AFP (Australian Federal Police). Gila enggak? Untung ada yang melihat," ungkapnya.
Ia menyampaikan, Jaksa Penuntut Umum nanti akan menghadirkan saksi-saksi ahli untuk memperkuat dakwaan.
"Saya sudah di luar kepala nih. Bagaimana Jessica bunuh anak saya, itu saya pelajari. Nanti pak jaksa yang akan menghadirkan saksi-saksi ahli itu. Tapi bahan dari saya, dari polisi," katanya.
Dermawan menghadiri sidang lanjutan kasus kopi beracun yang menewaskan anaknya Mirna, dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hari ini.
Mengenakan kemeja warna abu-abu, berpadu celana panjang bahan warna hitam, Dermawan tampak fokus mengikuti jalannya sidang dengan agenda pembacaan replik Jaksa Penuntut Umum.
Selain Dermawan, kembaran Mirna bernama Made Sandy Salihin juga hadir dalam persidangan itu. Perempuan berambut panjang itu, juga terlihat fokus mengikuti sidang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




