Kapolda Kalbar Imbau tidak Ada Provokasi
Kamis, 15 Maret 2012 | 18:14 WIB
Masyarakat harus menahan diri untuk tidak terprovokasi atau memprovokasi.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen Unggung Cahyono mengimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan provokasi atau ancaman aksi yang bisa merusak kerukunan masyarakat setempat.
"Tolong jangan ada provokasi. Itu permintaan kami (Polda)," kata Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Unggung Cahyono di Pontianak, hari ini.
Kapolda mengatakan, masyarakat harus dapat menahan diri untuk tidak terprovokasi atau memprovokasi pihak lain karena masyarakat ingin agar Kalbar tetap aman dan damai.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda berkaitan dengan unjuk rasa ratusan pemuda Dayak ke Markas Polda di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak.
Saat ini, Kapolda Unggung Cahyono dan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen (TNI) E Hudawi Lubis sedang berada di lapangan untuk memantau langsung situasi keamanan dalam Kota Pontianak dan menuju Rumah Betang Panjang, yang merupakan rumah adat Dayak, di Jalan Sutoyo untuk mengadakan rapat tertutup dengan sejumlah pihak di sana.
Saat ini massa pemuda Dayak sudah kembali ke Rumah Betang Panjang. Mereka akan mengadakan upacara adat "tidak melakukan penyerangan dan tidak diserang".
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen Unggung Cahyono mengimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan provokasi atau ancaman aksi yang bisa merusak kerukunan masyarakat setempat.
"Tolong jangan ada provokasi. Itu permintaan kami (Polda)," kata Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Unggung Cahyono di Pontianak, hari ini.
Kapolda mengatakan, masyarakat harus dapat menahan diri untuk tidak terprovokasi atau memprovokasi pihak lain karena masyarakat ingin agar Kalbar tetap aman dan damai.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda berkaitan dengan unjuk rasa ratusan pemuda Dayak ke Markas Polda di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak.
Saat ini, Kapolda Unggung Cahyono dan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen (TNI) E Hudawi Lubis sedang berada di lapangan untuk memantau langsung situasi keamanan dalam Kota Pontianak dan menuju Rumah Betang Panjang, yang merupakan rumah adat Dayak, di Jalan Sutoyo untuk mengadakan rapat tertutup dengan sejumlah pihak di sana.
Saat ini massa pemuda Dayak sudah kembali ke Rumah Betang Panjang. Mereka akan mengadakan upacara adat "tidak melakukan penyerangan dan tidak diserang".
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




