Goldman Sachs: Pasca-Brexit, Inggris Bakal Dilanda Resesi
Senin, 27 Juni 2016 | 19:07 WIB
London - Goldman Sachs memprediksi Inggris bakal dilanda resesi setelah Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit) dalam referendum 23 Juni lalu.
Goldman Sachs mengatakan bahwa Brexit akan memangkas 2,75 persen produk domestik bruto (PDB) Inggris dalam 18 bulan ke depan.
"Kami memperkiraka Inggris akan mengalami resesi sedang mulai awal tahun depan," kata ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius,
Melemahnya perekonomian Inggris akan diikuti oleh perlambatan ekonomi di zona Eropa. Goldman Sachs merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi UE menjadi 1,25 persen dalam dua tahun ke depan, turun dari 1,5 persen proyeksi sebelum Brexit.
Perekonomian AS juga bakal terdampak. Goldman Sachs memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS di semester kedua ini di level 2 persen, lebih rendah dari proyeksi sebelum Brexit sebesar 2,25 persen.
Menurut Goldamn Sachs, ada tiga risiko besar akibat Brexit: melemahnya perdagangan, berkurangnya investasi akibat banyak ketidakpastian, dan mengetatnya kondisi finansial akibat fluktuasi nilai tukar pounds dan melemahnya aset seperti saham dan oblugasi.
Sementara itu, Societe Generale mengatakan bahwa dampak Brexit tidak akan separah yang disampaikan Goldman Sachs.
"Brexit bukan momen Lehman yang memicu serangkaian kejadian yang tak diduga. Pembuat kebijakan dan perusahaan mempunyai waktu untuk menyiapkan rencana cadangan," tulis Societe Generale.
SG juga memperkirakan nilai tukar pound bakal kembali terkoreksi 10 persen, sementara euro 5 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




