Satpol PP Depok Kewalahan Tertibkan PMKS

Selasa, 28 Juni 2016 | 16:25 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Ilustrasi Satpol PP
Ilustrasi Satpol PP (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Depok - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kewalahan menertibkan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) yang jumlahnya melonjak tajam pada Ramadan ini.

Berdasarkan data Satpol PP Kota Depok, jumlah anjal dan gepeng melonjak hingga 300 persen dari tahun 2015 lalu. Para anjal dan gepeng ini diantaranya berasal dari Indramayu, dan Jawa Timur.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Depok, Welman Naipospos, mengatakan, keberadaan anjal dan gepeng ini kerap kali ditemui di berbagai titik di seluruh Kota Depok.

Titik-titik tersebut yaitu di perempatan Ramanda Jalan Arif Rahman Hakim, pertigaan Jalan Juanda, perempatan Jalan Kartini, pertigaan Jalan Nusantara Raya, Jalur arah perbatasan Depok-Cibubur, Simpangan Depok, serta di ruas jalan menuju Tol Cijago.

"Kami sungguh sangat kewalahan menghadapi anjal dan gepeng ini selama Ramadan. Sudah kami lakukan penertiban tapi mereka selalu muncul kembali dan jumlahnya terus menerus bertambah banyak," ujar Welman, kepada Suara Pembaruan, di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (28/6).

Lebih lanjut Welman mengungkapkan, para anjal dan gepeng ini memang sengaja datang dari luar Depok untuk mencari penghasilan di bulan Ramadan.

"Rupanya momentum bulan penuh berkah ini dimanfaatkan mereka untuk mengais rezeki dari para dermawan. Mereka ini musiman. Tiap tahun ya begini tapi tahun ini luar biasa banyaknya," tuturnya.

Penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Depok tetap mengutamakan rasa kemanusiaan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial. Satpol PP menegaskan bahwa pihaknya hanya berupaya untuk menciptakan ketertiban sehingga tidak mengganggu kekhusyukan ibadah di bulan Ramadan.

"Kami setiap hari lakukan penertiban sendiri. Sedangkan untuk skala menengah penertiban bersama pihak kepolisian dan Disnakersos biasanya dalam waktu satu minggu sekali," tutur Welman.

Walau jumlah melonjak, namun Satpol PP Kota Depok belum menemukan adanya laporan tindakan kriminal yang dilakukan oleh para anjal dan gepeng ini. Setiap kali usai dilakukan penertiban, para anjal dan gepeng ini diserahkan ke Disnakersos untuk kemudian dilakukan pembinaan.

Jelang Idul Fitri, Satpol PP juga menyiagakan pasukan untuk pengamanan lebaran. "Sejak H-3 kami sudah mulai siaga. Kami juga mendirikan beberapa poskotis di beberapa titik di seluruh Depok," pungkas Welman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon