13 Orang Ditahan atas Serangan Bandara Istanbul

Jumat, 1 Juli 2016 | 00:20 WIB
HA
B
Penulis: Happy Amanda Amalia | Editor: B1
Sejumlah petugas mengevakuasi para korban ledakan di Terminal Internasional Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, 28 Juni 2016.
Sejumlah petugas mengevakuasi para korban ledakan di Terminal Internasional Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, 28 Juni 2016. (AFP)

Istanbul – Pihak berwenang Turki telah menahan 13 tersangka diduga anggota kelompok Negara Islam (NI), Kamis (30/6), sehubungan dengan serangan mematikan di Bandara Ataturk, Istanbul. Bersamaan dengan penahanan itu, muncul penjelasan mengerikan tentang bagaimana para pelaku bom bunuh diri melancarkan serangan mereka.

Menurut Menteri Dalam Negeri Efkan Ala, polisi telah melancarkan belasan serangan di Istanbul, Kamis pagi waktu setempat, dan menangkap 13 orang termasuk empat orang berkewargangeraan asing.

Pihak berwenang juga menyatakan telah mengidentifikasi pelaku pengeboman yang berkewarganegaraan Rusia, Uzbekistan dan Kirgizstan.

Ala menambahkan, kepada wartawan, Rabu (29/6) malam waktu setempat, sedang berlangsung penyelidikan yang serius dan komprehensif mengenai siapa yang berada di balik serangan itu.

"Tanda-tanda pertama mengarah kepada Daesh (NI), namun itu belum dapat dipastikan," pungkas dia.

Bahkan Direktur Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) John Brennan mengatakan serangan yang telah memicu kecaman internasional itu memiliki "ciri khas" seperti yang dilakukan kelompok jihad.

Sementara itu, lanjut Ala, jumlah korban tewas akibat terkena tembakan senjata dan bom bunun diri, Selasa (28/6), bertambah menjadi 44 orang, 19 korban di antaranya adalah warga negara asing dan lebih dari 200 orang mengalami luka-luka.

Adapun para korban yang terdampak ledakan bom termasuk beberapa warga negara Saudi, seorang warga negara Tiongkok, seorang warga negara Tunisia dan Ukrania.

"Dari korban yang mengalami luka-luka, sebanyak 92 orang masih berada di rumah sakit," bunyi pernyataan yang dirilis kantor gubernur Istanbul.

Turki pun menyatakan berkabung atas peristiwa pembantaian yang berlangsung di bandara Ataturk. Pemerintah menyatakan insiden itu merupakan serangan paling mematikan dari beberapa serangan yang telah dilancarkan kota terbesar Turki, di tahun ini.

Serangan yang ditargetkan ke bandara kali ini membuat Turki kian terpuruk dan menderita karena dalam satu tahun terakhir sudah beberapa kali mengalami rentetan serangan mematikan, yang ditudingkan kepada NI atau pemberontak Kurdi.

Apalagi serangan terbaru itu terjadi bersamaan dengan awal liburan musim panas, di mana banyak wisatawan asing datang ke Turki.

Seiring dengan tertangkapnya 13 tersangka pelaku penyerangan dari kelompok NI, muncul pula penjelasan tentang bagaimana para penyerang tiba di bandara tersibuk Turki menggunakan taksi, sebelum menembaki para penumpang membabi buta dengan senapan otomatis dan meledakkan bom bunuh diri.

"Para teroris gagal melewati sistem keamanan reguler, alat pemindai, dan kontrol polisi. Mereka berbalik dan kembali dengan senapan jarak jauh yang mereka keluarkan dari dalam koper serta melewati kontrol keamanan dengan melepaskan tembak ke orang-orang tanpa pandang bulu," ujar Perdana Menteri Binali Yildirim kepada wartawan, Rabu malam waktu setempat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon