Sidang Kasus Kopi Beracun, Ayah Mirna Jadi Saksi

Selasa, 12 Juli 2016 | 14:21 WIB
BM
YD
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: YUD
Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso (kanan) bersiap mendengarkan kesaksian Dharmawan Salihin (kiri) selaku ayah korban saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, 12 Juli 2016.
Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso (kanan) bersiap mendengarkan kesaksian Dharmawan Salihin (kiri) selaku ayah korban saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, 12 Juli 2016. (Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kopi beracun dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, hari ini. Agendanya, mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU menghadirkan Dermawan Salihin ayah korban Wayan Mirna Salihin sebagai saksi.

Hakim Ketua Kisworo, menanyakan kepada saksi Dermawan seputar sepengetahuannya tentang kasus kopi beracun yang menewaskan anaknya. Semisal, tahu tidak Mirna jalan dengan Jessica dan temannya, kapan waktunya, tempatnya, dan lainnya.

Merespon hal itu, Dermawan mengatakan, mengetahui anaknya jalan dengan Jessica dan temannya Hani di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu 6 Januari 2016 lalu.

"Mirna ini, kalau urusan sama teman-teman tertutup. Saya juga akui kurang mengetahui. Dia (Mirna) dekat sama ibunya. Tapi, saya tahu saat itu pergi pamit sama saya mau jalan," ujar Dermawan, di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (12/7).

Dikatakan Dermawan, Mirna tidak pernah mau bertemu dengan Jessica sendirian. Selalu ditemani suaminya atau temannya.

"Gak mau Mirna ketemu jessica sendiri, selalu ditemani. Saya juga tidak tahu kenapa," ungkapnya.

Dalam kesaksian, Dermawan juga menyampaikan kalau dirinya tahu peristiwa itu, ketika Mirna sudah dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo. Dirinya pun tidak begitu kenal dengan terdakwa Jessica.

"Waktu di rumah sakit, saya mau tanya sama dia (Jessica), karena saya curiga kok bisa anak saya meninggal minum kopi. Tapi, waktu saya mau tanya dia seperti kambuh asmanya. Namun setelah itu dia lompat, seperti tidak sakit. Jadi ada kecurigaan saya sedikit," katanya.

Ketika ditanya bagaimana sikap Hani pada saat di rumah sakit, Dermawan menuturkan, Hani hanya menangis. "Saya tidak curiga. Hani hanya nangis. Kalau dia ini berbeda orangnya," jelasnya.

Dermawan juga menuturkan bagaimana kronologis sampai anaknya akhirnya diautopsi dan dimakamkan. Termasuk, bagaimana pergaulanan Mirna di Australia.

Pada kesempatan itu, baik JPU dan penasehat hukum terdakwa bergantian bertanya kepada Dermawan. Beberapa kali terjadi perdebatan antara Dermawan dengan penasehat hukum terdakwa.

Majelis hakim pun mengingatkan agar Dermawan menyampaikan keterangan sesuai dengan apa yang diketahui. Sementara, penasehat hukum diminta jangan mengulangi pertanyaan yang sudah ditanyakan sebelumnya supaya tidak terjadi perdebatan.

Sidang sempat ditunda untuk makan siang dan salat Zuhur.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon