Empat Mantan Petinggi GAM Bersaing di Pilgub Aceh

Rabu, 10 Agustus 2016 | 08:44 WIB
MH
IC
Penulis: Muhammad Hamzah | Editor: CAH
Zaini Abdullah dan Nasruddin.
Zaini Abdullah dan Nasruddin. (Antara)

Banda Aceh - Partai Nasdem mengusung Tarmizi Karim sebagai calon gubernur dan Zaini Djalil ketua Nasdem Aceh sebagai wakil dalam Pilkada Aceh tahun 2017. Pasangan ini juga di dukung oleh partai PPP dan PKPI, penetapan calon dari Nasdem itu disampaikan dalam Deklarasi calon,Selasa (9/8) kemarin oleh Sektaris Bappilu DPP Nasdem Willy Aditya.

"Penetapan Tarmizi Karim sebagai calon gubernur Aceh periode 2017-2022 didasarkan hasil survei yang dilakukan partai beberapa kali. Posisi Tarmizi yang menjabat sebagai Irjen di Kemdagri menjadi sosok yang sangat di idam-idamkan oleh masyarakat Aceh, apalagi beliau memili pengalaman dalam memimpin sebagai PJ Gubernur Aceh, PJ Gubernur Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Sedangkan calon wakil Zaini Djalil sebagai Ketua Nasdem Aceh merupakan sosok aktivis dan pekerja partai," tutur Willy.

Sampai saat ini sudah enam pasangan  mendeklarasikan untuk maju dalam Pilgub Aceh. Adapun calon yang sudah resmi mendaftar melalui jalur independen adalah Abdullah Puteh/ Said Mustafa Usap, Zakaria Saman/T Alaidinsyah, Zaini Abdullah/Nasruddin dari unsur perseorangaan dan unsur partai Muzakir Manaf/TA Khalit, Irwandi Yusuf/Nova dan Tarmizi A Karim/Zaini Djalil.

Dari calon yang sudah resmi mendeklarasikan maju baik dari jalur partai maupun dari pereseoarang terdapat empat mantan petinggi GAM ikut bersaing dalam Pilgub kali ini. Mereka adalah Zaini Abdullah gubernur sekarang yang maju lewat jalur perseorangan merupakan mantan menteri kesehatan GAM saat Aceh konflik, Zakaria Saman mantan menteri pertahanan GAM. Sedangkan yang maju lewat jalur partai Irwandi Yusuf mantan gubernur Aceh mantan juru propagada GAM dan senior GAM di AMM dan Muzakir Manaf mantan Panglima GAM yang kini menjabat sebagai wakil gubernur Aceh.


Ditempat terpisah Kapolda Aceh Irjen Pol Husen Hamudi kepada wartawan di Banda Aceh menegaskan bahwa siapapun yang mengacaukan pilgub Aceh akan ditindak tegas. "Mulai saat ini sejumlah personil polisi telah disebarkan dan terus memantau daerah-daerah yang dirasa rawan terjadi pelanggaran hukum yang menjurus pada terusiknya tahapan pilkada," tegas Husen.

Ia menambahkan, untuk mengamankan tahapan Pilkada Aceh, pihaknya akan melakukan berbagai upaya sesuai fungsi dan tugas masing-masing instansi, Polri juga akan bekerja sama dan berkoordinasi dengan TNI dalam menjaga situasi kondusif pada pelaksanaan Pilkada Aceh.

Selain itu juga dilakukan koordinasi dengan KIP, Panwaslu, pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi untuk mewujudkan pelaksanaan pilkada yang aman dan damai, terkait dengan gerakan massa yang mulai tercium di kabupaten pihaknya akan terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak terkait di kabupaten/kota.

Untuk mengamankan pilkada kali ini Polda Aceh akan menggerakkan sebanyak 9.000 personil,jumlah tersebut tentu tidak cukup nanti akan di bantu oleh TNI, personil tersebut akan disebarkan dalam sejumlah kabupaten/kota yang menggelar Pilkada

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon