LPKR Sukses Terbitkan Obligasi US$ 260 Juta

Jumat, 12 Agustus 2016 | 17:47 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Lippo Karawaci
Lippo Karawaci (Wikimedia)

Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan kesuksesan penerbitan obligasi Global Senior Notes durasi 6 tahun sebesar US$ 260 juta. Penerbitan itu ditawarkan pada harga 103,75, dengan imbal hasil akhir sebesar 6,2 persen YTM.

"Para investor memberikan respon yang luar biasa dengan order book dari 104 akun sejumlah lebih dari US$ 1,25 miliar atau mengalami 4,8x oversubscribed," kata Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya, dalam siaran persnya, Jumat (12/8).

Hasil dari penerbitan obligasi ini, lanjut Ketut, akan digunakan untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo pada 2019. Obligasi ini menjadi bagian dari obligasi yang jatuh tempo pada 2022. "Dengan penerbitan tersebut, total obligasi 2022 menjadi US$ 410 juta," kata Ketut.

Penerbitan obligasi yang jatuh tempo pada 2022 ini mendapat peringkat Ba3 dari Moody's, B+ dari S&P dan BB – dari Fitch. Patut diperhatikan dimana penerbitan obligasi ini memperoleh partisipasi dari para investor Asia dan Eropa yang bereputasi tinggi dimana global assets manager mengambil sebagian besar dari obligasi tersebut. Investor dari Asia mendapat alokasi 87 persen dan sisanya dialokasikan ke akun investor dari Eropa.

Deutsche Bank, Citigroup dan UBS bertindak sebagai Joint Global Coordinator, sementara Bank of America Merrill Lynch, Credit Suisse, Citigroup, UBS dan Deutsche Bank bertindak sebagai Joint Bookrunners.

"Saya sangat gembira karena penerbitan obligasi ini diterima dengan sangat baik oleh komunitas investor global. Hal ini menvalidasi kualitas kredit serta pengakuan terhadap model bisnis kami yang kuat dan seimbang dan yang lebih penting lagi terhadap manajemen keuangan dan neraca yang kuat," kata Ketut.

Lebih lanjut Ketut mengatakan, pihaknya percaya berada pada posisi yang baik untuk mendapatkan manfaat dari bertumbuhnya populasi kelas menengah dan peningkatan permintaan atas perumahan, kesehatan dan gaya hidup.

"Sekali lagi, saya ingin berterima kasih kepada para investor-investor global atas kepercayaan dan dukungan terhadap manajemen dan Perusahaan," tambahnya.

LPKR merupakan perusahaan properti terbesar yang tercatat di bursa Indonesia berdasarkan jumlah aset dan pendapatan, didukung oleh land bank yang luas dan basis pendapatan recurring yang kuat. Bisnis LPKR terdiri dari Residential/Townships, Mal Retail, Hospitals, Hotels dan Manajemen Aset.

LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 26.2 triliun atau US$ 1,97 miliar per 29 Juli 2016.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon