Kasus Bunuh Diri di Bekasi Dinilai Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Agustus 2016 | 15:47 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta - Hasil kajian Bekasi Institute mencatat, jumlah kasus bunuh diri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) semakin mengkhawatirkan. Dalam periode Januari-Juli 2016, secara total terdapat tujuh orang yang melakukan aksi bunuh diri.

"Ada tujuh orang korban bunuh diri dalam kurun waktu Januari-Juli baik dengan cara gantung diri, minum racun sampai menembakkan peluru ke kepalanya. Ini artinya rata-rata satu orang setiap bulannya," kata Direktur Bekasi Institue, Hamdi, Minggu (14/8).

Hamdi menjelaskan, dari tujuh korban bunuh diri tersebut, empat orang diantaranya bertempat tinggal di Kecamatan Cikarang Pusat.

"Dari tujuh orang korban, empat orang tinggal di Cikarang Pusat, Kecamatan Serang Baru satu orang, Cikarang Utara satu orang dan satu orang lagi dari Pasir Sari Cikarang Selatan," tuturnya.

Menurutnya, secara umum pelaku bunuh diri tidak lepas dari beberapa problematika seperti pekerjaan dan finansial, masalah keluarga, penyakit, dan percintaan.

"Seperti korban Suripto, pedagang handphone di Cikarang Pusat nekat bunuh diri karena masalah utang. Sementara, Belia Apriani, anak baru gede (ABG) yang tinggal di Cikarang Utara putus asa karena masalah cinta," kata dia.

Hamdi memberikan ilustrasi, tekanan dan problematika seperti rem pada kendaraan apabila ditekan terus menerus, rem bisa menipis.

"Demikian juga mental seseorang, jika tekanan terus menerus dan bertubi-tubi, serta keputusasaan yang menumpuk, hal ini bisa mengikis kesanggupan sistem mental seseorang untuk menahan dorongan bunuh diri," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon