Soal Radang Paru, Hillary: Ini Bukan Masalah Besar

Selasa, 13 September 2016 | 14:32 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Calon presiden Amerika secara mendadak meninggalkan sebuah acara di Manhattan, New York karena maslaah kesehatan, 11 Sept. 2016.
Calon presiden Amerika secara mendadak meninggalkan sebuah acara di Manhattan, New York karena maslaah kesehatan, 11 Sept. 2016. (Huffington Post)

Washington - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Hillary Clinton pada Senin (12/9) mengaku siap meneruskan kampanye pemilu dalam beberapa hari mendatang setelah terdiagnosa terkena radang paru-paru (pneumonia). Dia menegaskan, hal itu bukan masalah besar.

"Saya akan kembali berkampanye dalam beberapa hari mendatang," kata Hillary Clinton dalam kepada CNN pada Senin malam waktu setempat.

Kesehatan Hillary mengkhawatirkan setelah hampir pingsan di tengah sebuah acara peringatan peristiwa rubuhnya gedung kembar World Trade Center 11 September 2001, pada Minggu (11/9). Insiden itu membuat dia harus membatalkan sejumlah kunjungan kampanye. Insiden itu juga menimbulkan pertanyaan seputar kesiapan Hillary menjadi presiden Amerika Serikat--salah satu pekerjaan paling membutuhkan stamina--semakin mengemuka.

Tim kampanye Hillary mengakui bahwa mereka terlalu lambat membuka persoalan kesehatan Hillary setelah mantan menteri luar negeri tersebut hampir pingsan. "Kami seharusnya menangani persoalan ini secara lebih baik dengan memberikan informasi banyak kepada masyarakat," kata juru bicara Hillary Clinton, Brian Fallon, kepada MSNBC.

Persoalan kesehatan menjadi pukulan tersendiri bagi Hillary, di tengah semakin tipisnya keunggulan Donald Trump dalam sejumlah jajak pendapat menjelang pemungutan suara 20 November. "(Persoalan kesehatan) ini telah beberapa kali terjadi dalam hidup saya. Saya menyadari hal itu dan biasanya bisa menghindari," kata Hillary kepada CNN.

Saat ditanya apakah dirinya pingsan dalam acara pada Minggu, dia menjawab, "tidak." "Saya merasa pusing dan kehilangan keseimbangan selama satu menit. Setelah itu saya merasa baikan," kata dia.

Baik Hillary Clinton (68) maupun Donald Trump (70) berjanji akan membuka catatan kesehatan mereka dalam beberapa hari mendatang.

Trump pada Senin mengatakan bahwa kesehatan adalah persoalan. Namun dia tidak menyerang Hillary mengenai hal itu. "Saya berharap dia cepat kembali sehat dan kembali berkampanye," kata dia.

Tim kampanye Hillary Clinton membuka kepada publik mengenai diagnosa radang paru-paru beberapa jam setelah tokoh tersebut meninggalkan secara tiba-tiba peringatan 11 September saat acara yang disiarkan televisi itu masih berlangsung.

Trump sendiri berulangkali mengatakan Hillary tidak mempunyai stamina untuk menjadi presiden.

Sementara tim kampanye Hillary menyatakan bahwa kehadirannya pada acara peringatan 11 September, meski tengah sakit radang paru-paru, menunjukkan kekuatan Hillary Clinton.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon