Wika Realty Siap IPO Rp 1,5 Triliun
Selasa, 20 September 2016 | 21:34 WIB
Jakarta – PT Wika Realty, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), berencana melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada tahun depan. Perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 1-1,5 triliun.
"Perseroan akan menggunakan laporan keuangan per Desember 2016, sehingga bisa listing di BEI pada semester I-2017. Target dana IPO masih dihitung. Tapi bisa setengah dari kebutuhan ekspansi," kata Direktur Utama Wika Realty Imam Sudiyono di Jakarta, Selasa (20/9).
Imam menegaskan, perseroan memperkirakan dapat melepas 30% saham ke publik. Saat ini, perseroan memiliki ekuitas Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun. Sebelum IPO, perseroan menargetkan ekuitas akan bertambah menjadi Rp 2,1 triliun. Induk usaha perseroan bakal menyuntik modal sekitar Rp 1,1 triliun.
Imam menambahkan, ekspansi perseroan cenderung lebih banyak digunakan untuk mengakusisi lahan. Saat ini perseroan dalam proses mengakusisi lahan seluas 6 hektar (ha) di sekitar MT Haryono di Jakarta. Kemudian, perseroan juga berencana membebaskan lahan seluas 400 ha di Bandung untuk kebutuhan transit-oriented development (TOD).
Pada akhir tahun ini, Wika Realty menargetkan mampu meraih pendapatan Rp 1,4 triliun, dan laba sekitar Rp 200 miliar. Perseroan masih menyeleksi sejumlah sekuritas untuk menangani aksi IPO perseroan.
Wika Realty menambah daftar anak usaha BUMN yang berencana IPO tahun depan. Anak usaha Wika yang lain, yakni PT Wika Gedung, juga menargetkan dana IPO Rp 1,5 triliun dengan melepas 30% saham ke publik.
Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis dan modal kerja perusahaan. Wika Gedung fokus pada konstruksi bangunan swasta, kantor, apartemen, pusat perbelanjaan, properti komersial lainnya serta bangunan non-komersial.
Rencananya, Wika Gedung akan menggunakan 60% dana hasil IPO untuk melakukan ekspansi. Sementara sisanya, sebesar 40% dana akan dipergunakan untuk memperkuat modal kerja. Hingga akhir tahun ini Wika Gedung memproyeksikan laba bersih di atas Rp 140 miliar, lebih tinggi dari target semula yang sebesar Rp 119 miliar.
Sebelum menggelar aksi IPO anak usaha, Wika kini terlebih dahulu fokus melangsungkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target Rp 6,14 triliun. Dari nilai itu, perseroan menyerap suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 4 triliun, dan dari investor publik yang bakal menyerap saham baru sebesar Rp 2,1 triliun.
Sesuai rencana, perseroan akan menerbitkan hingga 4,03 miliar saham baru. Perseroan bakal meminta persertujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar (RUPSLB) pada 22 Agustus 2016. Dengan demikian, rights issue bisa digelar Oktober 2016.
Perolehan dana rights issue nantinya akan digunakan secara khusus untuk mewujudkan proyek-proyek infrastruktur strategis yang menjadi prioritas pemerintah. Proyek tersebut antara lain pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja, jalan tol Manado-Bitung, jalan tol Balikapan-Samarinda, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 2x1.000 MW, PLTU Aceh 2x200 MW, water treatment plant Jatiluhur 5.000 l/detik, dan pembangunan kawasan industri Kuala Tanjung.
Selanjutnya, PT PP Tbk (PTPP) juga berencana mengantar tiga anak usahanya, yakni PT PP Pracetak, PT PP Peralatan, dan PT PP Energi untuk IPO. Direktur Utama PTPP Tumiyana mengatakan, PP Peralatan dan PP Precast mengincar dana IPO masing-masing sebesar Rp 1,15 triliun dan Rp 1,1 triliun. Adapun PP Energi membidik dana IPO paling besar yakni hingga Rp 4 triliun.
Dia menambahkan, IPO PP Precast ditargetkan pada kuartal III-2017, sedangkan PP Peralatan dan PP Energi direncanakan pada kuartal IV-2017. PP Energi ke depannya dipersiapkan untuk berinvestasi pada proyek-proyek pembangkit listrik. "Dalam aksi IPO, tiga anak usaha tersebut masing-masing akan melepas 30-35% sahamnya ke publik," ungkap Tumiyana.
Sementara itu, PT Tugu Pratama Indonesia, anak usah PT Pertamina juga merupakan salah satu yang akan didorong IPO. Dalam bahan pemaparan Kementerian BUMN, target raihan IPO Tugu Pratama mencapai US$ 220 juta dengan melepas 40% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




