Panda Tertua di Dunia Mati di Hong Kong
Senin, 17 Oktober 2016 | 17:22 WIB
Hong Kong - Panda raksasa tertua yang hidup dalam kurungan, Jia-Jia, 38 tahun, menjalani 'peniduran abadinya' setelah kesehatannya memburuk dalam dua pekan belakangan, kata pemiliknya, Ocean Park, Minggu (16/10).
Jia-Jia, yang berarti baik diberikan untuk Hongkong pada 1999 bersama panda lain untuk menandai tahun kedua penyerahan kota itu dari bekas penjajahnya, Inggris. Indikasi penurunan kesehatanya sebenarnya sudah terlihat sebelumnya.
Jumlah makanan yang dilahap Jia-Jia beberapa pekan belakangan turun tajam dari 10 kilogram (kg) menjadi kurang dari 3 kilogram sehari. Berat badannya pun ikut turun dari 71 kg menjadi 67 kg.
"Dalam beberapa hari belakangan, ia jarang terjaga dan tak tertarik makan dan minum. Keadaannya kian parah pada pagi ini. Jia-Jia tak sanggup berjalan dan menghabiskan harinya dengan berbaring," kata Ocean Park, dalam lamannya.
Keadaannya kian buruk, sehingga berdasarkan alasan etis agar tak lagi menderita, tim dokter sepakat menjalani eutanasia untuk Jia-Jia.
Panda merupakan hewan terancam punah karena hunian alamiahnya hancur akibat pembalakan, pertanian, dan pembangunan, kata pegiat satwa liar, World Wildlife Fund.
Survai pemerintah Tiongkok, pada 2014, menunjukkan, sekitar 1.864 panda hidup di alam liar. Jumlah itu meningkat sebanyak 17% dibandingkan populasi tahun 2003.
Hewan itu berpotensi punah karena musim reproduksinya singkat, masa subur betina hanya berlangsung 24 hingga 36 jam setahun, menurut lembaga swadaya masyarakat Pandas International.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




