Soal Demo FPI, Djarot: Jangan Anarkistis
Senin, 31 Oktober 2016 | 16:55 WIB
Jakarta - Calon wakil gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat meminta organisasi masyarakat (ormas) yang akan melakukan aksi demo besar-besaran pada tanggal 4 November bersama Front Pembela Islam (FPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak melakukan tindakan anarkistis selama berdemo.
"Saya cuma pesan supaya menjaga suasana Jakarta supaya tetap sejuk, jangan anarkistis," kata Djarot di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/10).
Menurutnya, menyatakan aspirasi melalui kegiatan aksi unjuk rasa tidak dilarang oleh pemerintah. Namun, pemerintah pastinya menginginkan penyampaian pendapat disampaikan dengan baik tanpa disertai aksi kekerasan.
"Demo boleh saja. Ini kan demokrasi ya. Sampaikan pendapat-pendapat itu dengan baik. Tapi betul-betul hindari cara-cara yang tidak baik. jangan sampai anarkis," ujarnya.
Mantan Wali Kota Blitar ini mengingatkan meski memiliki perbedaan pendapat, warga Jakarta merupakan rakyat Indonesia yang sebangsa, setanah air, satu bahasa yang dipersatukan dengan Sumpah Pemuda.
"Ingat, bahwa kita satu bangsa loh ya. Satu tanah air, satu bahasa persatuan ya. Ingat Sumpah Pemuda dan ingat kita ini adalah bangsa Indonesia dan Pancasila adalah ideologi kita sudah final," paparnya.
Negara Indonesia, lanjutnya, merupakan negara yang memiliki prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Artinya, negara Indonesia memiliki rakyat yang majemuk namun tetap bersatu.
"Indonesia, negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, plural, marilah kita jadikan ini sarana mau berekspresi. Silakan. Saya yakin sudah diantisipasi oleh teman-temah kita di TNI Polri, alim ulama, semua imbalannya akan seperti itu ya," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




