PAUD Penting Bagi Masa Depan RI 25 Tahun Lagi
Jumat, 30 Maret 2012 | 07:40 WIB
Hati generasi mendatang yang peduli, hormat pada orang tua, cinta lingkungan dan menghargai keberagaman, harus dipersiapkan dari sekarang.
Masa depan Indonesia 25 tahun yang akan datang sudah harus dipersiapkan dari sekarang. Persiapan tidak hanya dari segi kepintaran atau kecerdasan intelektual tetapi juga dari kecerdasan emosional. Hati generasi mendatang yang peduli, hormat pada orangtua, cinta lingkungan dan menghargai keberagaman harus dipersiapkan dari sekarang.
Dalam rangka itu, PT ECI (Energy Cahaya Industritama) tengah mengembangkan dan menerapkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi anak-anak masyarakat di dusun Bukuan, Palaran, Kalimantan Timur (Kaltim), tempat perusahaan batubara tersebut beroperasi.
Chief Eksekutif Officer (CEO) PT ECI Honardy Boentario mengemukakan pendidikan anak usia dini sangat penting, sebab 20 atau 30 tahun ke depan, industri batubara dan masa depan bangsa ini ada di pundak mereka. Dengan memberi pendidikan karakter sejak dini, berarti telah ikut mempersiapkan generasi-generasi mendatang yang lebih andal.
Ia menjelaskan sasaran utama pendidikan karakter tersebut adalah para orangtua murid dan guru PAUD. Orangtua dan guru harus paham pendidikan karakter, setelah itu baru bisa mengajar atau mendidik anak-anak.
"Kami sudah mulai menyusun kurikulum pendidikan karakter dan akan terus disempurnakan. Bangsa ini bukan hanya harus memiliki ketahanan energi, tetapi juga ketahanan moral yang dapat menjaga kesatuan dan persatuan bangsa,” kata Honardy di Jakarta, Kamis (29/3).
Honardy menjelaskan sebelum menjalankan program pendidikan tersebut, PT ECI sudah terlebih dahulu mengambil kebijakan mempekerjakan tenaga lokal untuk operasional perusahaannya. Menurutnya, sebanyak 90 persen tenaga kerjanya adalah masyarakat lokal baik yang berpendidikan maupun tidak.
"Saya ini pengusaha batubara. Tapi nilai strategis batubara harus dapat dirasakan juga oleh masyarakat lokal melalui ketersediaan lapangan kerja, peningkatan sarana sosial, infrastruktur, layanan kesehatan dan kualitas pendidikan. Prinsip saya, pengusaha jangan makan sendiri. Masyarakat harus merasakan kemakmuran seperti pada negara-negara penghasil energi," ujarnya.
"Kami bukan meninabobokan mereka dengan berbagai insentif sosial, melainkan memberdayakan mereka, melalui peningkatan kualitas SDM agar industri pertambangan dapat ditangani oleh putra-putri daerah. Adalah tanggung jawab semua pengusaha tambang untuk melatih dan mendidik tenaga lokal menjadi ahli di bidang pertambangan. Masyarakat jangan hanya menjadi penonton di tengah meningkatnya trend energi batubara," tambahnya.
Masa depan Indonesia 25 tahun yang akan datang sudah harus dipersiapkan dari sekarang. Persiapan tidak hanya dari segi kepintaran atau kecerdasan intelektual tetapi juga dari kecerdasan emosional. Hati generasi mendatang yang peduli, hormat pada orangtua, cinta lingkungan dan menghargai keberagaman harus dipersiapkan dari sekarang.
Dalam rangka itu, PT ECI (Energy Cahaya Industritama) tengah mengembangkan dan menerapkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi anak-anak masyarakat di dusun Bukuan, Palaran, Kalimantan Timur (Kaltim), tempat perusahaan batubara tersebut beroperasi.
Chief Eksekutif Officer (CEO) PT ECI Honardy Boentario mengemukakan pendidikan anak usia dini sangat penting, sebab 20 atau 30 tahun ke depan, industri batubara dan masa depan bangsa ini ada di pundak mereka. Dengan memberi pendidikan karakter sejak dini, berarti telah ikut mempersiapkan generasi-generasi mendatang yang lebih andal.
Ia menjelaskan sasaran utama pendidikan karakter tersebut adalah para orangtua murid dan guru PAUD. Orangtua dan guru harus paham pendidikan karakter, setelah itu baru bisa mengajar atau mendidik anak-anak.
"Kami sudah mulai menyusun kurikulum pendidikan karakter dan akan terus disempurnakan. Bangsa ini bukan hanya harus memiliki ketahanan energi, tetapi juga ketahanan moral yang dapat menjaga kesatuan dan persatuan bangsa,” kata Honardy di Jakarta, Kamis (29/3).
Honardy menjelaskan sebelum menjalankan program pendidikan tersebut, PT ECI sudah terlebih dahulu mengambil kebijakan mempekerjakan tenaga lokal untuk operasional perusahaannya. Menurutnya, sebanyak 90 persen tenaga kerjanya adalah masyarakat lokal baik yang berpendidikan maupun tidak.
"Saya ini pengusaha batubara. Tapi nilai strategis batubara harus dapat dirasakan juga oleh masyarakat lokal melalui ketersediaan lapangan kerja, peningkatan sarana sosial, infrastruktur, layanan kesehatan dan kualitas pendidikan. Prinsip saya, pengusaha jangan makan sendiri. Masyarakat harus merasakan kemakmuran seperti pada negara-negara penghasil energi," ujarnya.
"Kami bukan meninabobokan mereka dengan berbagai insentif sosial, melainkan memberdayakan mereka, melalui peningkatan kualitas SDM agar industri pertambangan dapat ditangani oleh putra-putri daerah. Adalah tanggung jawab semua pengusaha tambang untuk melatih dan mendidik tenaga lokal menjadi ahli di bidang pertambangan. Masyarakat jangan hanya menjadi penonton di tengah meningkatnya trend energi batubara," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




