Buni Yani Ditanyai Suntingan Video Ahok
Kamis, 10 November 2016 | 12:15 WIB
Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan bahwa pihaknya akan meminta informasi dan keterangan selengkap-lengkapnya dari Buni Yani terkait kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok.
Dalam pemeriksaan Buni Yani tersebut, kata Agus, penyidik juga akan minta klarifikasi terkait video yang diunggah Buni Yani ke akun Facebooknya.
"Jadi, memang hari ini sudah dijadwalkan sebagaima yang sudah pernah kami sampaikan bahwa pada hari ini akan kami lakukan pemeriksaan salah satunya, terhadap Buni Yani sebagai salah satu yang diinformasikan oleh teman-teman semua yang mengupload informasi yang kami tangani," ujar Agus di Gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).
Agus mengatakan, penyidik akan meminta keterangan dan informasi yang diketahui Buni Yani terkait kasus Ahok. Terlebih khusus, kata dia, terkait video yang diunggah Buni Yani ke facebooknya dengan penghilangan kata "pakai" yang terdapat dalam kalimat yang diucapkan Ahok.
"Termasuk di dalamnya seperti itu (video rekaman yang diunggah Buni Yani). Tentunya hal-hal yang penyidik anggap diketahui oleh yang bersangkutan, tentunya kami akan mintai keterangan," ungkap dia.
Buni Yani yang mengaku dirinya wartawan sedang menjalani pemeriksaan di Bareskrim, hari ini, Kamis (10/11). Buni Yang yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok, tiba di gedung Bareskrim pukul 09.25 WIB.
Buni Yani diduga telah menyunting video terkait pidato Ahok di Kepulauan Seribu dan mengunggah ke media sosial. Buni Yani mengunggah video ke Facabooknya dengan menulis caption kalimat "dibohongi Surat Almaidah". Padahal di versi utuhnya, Ahok saat itu menyebut "dibohongi pakai Surat Al Maidah".
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar menyebut Buni Yani berpotensi sebagai tersangka karena tindakannya menyebarluaskan informasi di Facebook, sehingga viral dan kemudian menyulut kemarahan publik.
"Dengan di-upload, menyebarluaskan di Facebook, lalu menjadi viral, dan itu kemudian menjadi kemarahan publik," ujar Boy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




