Golkar Sesalkan Aksi Penolakan Kampanye Djarot di Mampang
Selasa, 15 November 2016 | 22:52 WIB
Jakarta - Kegiatan kampanye pasangan nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat kembali mendapat penolakan dari sekelompok orang. Kali ini, penolakan dilakukan sejumlah orang saat calon wakil gubernur (Cawagub) Djarot melakukan kunjungan ke wilayah Mampang, Jakarta Selatan.
Menyikapi kondisi ini, Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Donny Tjahja Rimbawan, sangat menyayangkan maraknya aksi penolakan kampanye di Pilgub DKI Jakarta.
Donny menjelaskan, kehadiran Djarot untuk berkunjung kediamannya di wilayah Mampang. Namun, secara tiba-tiba ada sejumlah orang yang menolak kedatangan wakil Gubernur DKI Jakarta non aktif tersebut.
"Awalnya memang mau ke rumah saya, memang ada yang menolak, tetapi itu bukan warga setempat. Warga setempat usir. Saya orang situ jadi tahu kalau mereka bukan warga setempat," kata Donny, Selasa (15/11) di Jakarta.
Dijelaskannya, kehadiran Djarot sendiri merupakan undangan dari warga Mampang. Bahkan, dari antusiasme warga, justru sangat ingin menyapa Djarot.
Sebelumnya, Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat sempat ditolak sekelompok orang saat berkunjung ke wilayah Mampang, Jakarta Selatan. Polisi menyebut para penolak tersebut disinyalir bukan warga Mampang.
Beberapa warga mulai melakukan penolakan kepada cawagub nomor urut 2 itu dengan melakukan unjuk rasa di depan Pasar Bangka, Jalan Bangka Raya, Mampang, Jakarta Selatan. Sebanyak puluhan personel Kepolisian pun kemudian dikerahkan untuk mengamankan lokasi.
Penolakan terjadi ketika Djarot tengah keliling menyapa warga di Jalan Pondok Karya IX, RT 04 RW 13, Kelurahan Pela Mampang, Mampang Jakarta Selatan. Sekelompok warga kemudian muncul dari belakang Djarot dan hendak melakukan penolakan.
Djarot terus berjalan menyapa warga dengan tidak mengindahkan sekelompok orang yang menolaknya. Beberapa warga kemudian berteriak dengan mengatakan bahwa orang-orang yang menolak merupakan pendemo bayaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




