Dijaga Sayap Partai, Basuki Lebih Nyaman Kampanye

Kamis, 17 November 2016 | 20:08 WIB
DP
IC
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: CAH
Calon gubernur no 2 Basuki Tjahja Purnama melayani permintaan warga untuk foto bersama di lokasi kampanye, di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (15/11/2016).
Calon gubernur no 2 Basuki Tjahja Purnama melayani permintaan warga untuk foto bersama di lokasi kampanye, di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (15/11/2016). (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Ada yang berbeda dari kampanye Calon Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama kali ini. Saat datang di lokasi kampanye, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Kamis (17/11), Basuki turut dijaga ketat oleh barisan penjagaan yang merupakan bagian dari relawan atau sayap-sayap partai.

Basuki mengaku tak terbiasa dengan gaya kampanye seperti itu. Hal tersebut berbeda ketika ia berkampanye di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2012 lalu saat ia maju bersama Joko Widodo (Jokowi) yang dinilainya merasa lebih nyaman.

"Kalau tahun 2012 kami ke titik-tiik yang tidak diketahui partai. Cuma kali ini kami ada masalah, yakni melapor ke KPUD," kata Ahok di lokasi (17/11).

Ia menjelaskan, saat ini setiap kampanye pihaknya harus melaporkan jadwalnya kepada KPUD DKI, Bawaslu dan Polda Metro Jaya. Mekanisme tersebut diberlakukan supaya Bawaslu DKI dapat mengawasi kampanye setiap calon.

"Kami tidak boleh nyelonong ke tempat yang tidak kami lapor. Jadi kan repot semua orang tahu dong kita kemana," katanya.

Basuki sendiri selama kampanye kerap jalan tidak sesuai dari jalur yang telah ditetapkan oleh tim kampanye. Pasalnya jalur yang dibuat tim kampanye dari partai kurang sesuai dengan yang diinginkannya.

"Saya mau ketemu masyarakat asli sini, saya mau tanya kondisi kampungnya gimana, nah itu yang makanya tadi saya minta pisahin jalan," pungkasnya.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon