Polisi Tetap Antisipasi Pengamanan Demo

Kamis, 24 November 2016 | 20:49 WIB
BM
YD
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: YUD
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono dan Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya Kombes Pol Agus Rohmat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono dan Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya Kombes Pol Agus Rohmat. (Beritasatu.com/IBayu Marhaenjati)

Jakarta - Polda Metro Jaya tetap melakukan antisipasi pengamanan, kendati belum menerima pemberitahuan terkait adanya aksi unjuk rasa lanjutan, Jumat (25/11) besok. Polisi telah menyiagakan ribuan anggota Brimob di 26 titik di Ibu Kota Jakarta.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono mengatakan, berdasarkan keterangan dari Intelkam Polda Metro Jaya, belum ada pemberitahuan tentang aksi unjuk rasa lanjutan, besok.

"Belum ada pemberitahuan untuk unjuk rasa besok," ujar Awi, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/11).

Dikatakan Awi, menurut peraturan dan perundang-undangan, siapa pun yang akan menggelar aksi unjuk rasa seharusnya melakukan pemberitahuan kepada polisi.

"Karena di balik pemberitahuan ini, kepolisian melakukan pelayanan maksimal terkait mengamankan dengan harapan tidak ada hal yang tidak diinginkan. Kita konsolidasi dan duduk bersama, kita kerja sama jangan sampai demo ini ada disusupi orang tidak diinginkan," ungkapnya.

Kendati belum ada pemberitahuan, tambahnya, Polda Metro Jaya tetap melakukan antisipasi seperti membuat Maklumat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, terkait penyampaian pendapat di muka umum dan menyebarkan secara luas ke masyarakat.

"Dari sisi rencana pengamanan sudah dibuat, kemarin juga sudah dilakukan tactical floor game (di halaman DPR RI). Siapa berbuat apa. Terkait titik rencana demo yang infonya masuk ke intelejen, kantor DPR, sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, itu kita maping dan bagi tugas untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pendemo turun ke jalan," katanya.

Awi melanjutkan, pihaknya sudah menyiagakan 27 ribu anggota untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa.

"Kurang lebih 27.000 personel. Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, ya digerakan. Kan ada informasi intelejen. Sudah kita stand by kan. Tapi kembali lagi sesuai dengan ancaman yang ada. Kalau besok tidak ada, tidak digerakkan," sebutnya.

Menurutnya, sebanyak 5.000 personel Brimob Nusantara juga sudah standby di 26 titik di Ibu Kota Jakarta. Seperti di Bundaran HI, Monas, DPR-MPR, Istana Negara, sentra perekonomian, dan lainnya.

"Seluruh BKO Brimob ada 5.000 kita sudah sebar ke titik-titik. Itu (Brimob) dari seluruh Polda di Indonesia. Namanya Brimob Nusantara yang koordinir Kakorbrimob Mabes Polri," terangnya.

Menyoal adanya rencana aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kedutaan Besar Myanmar terkait Rohingya, Awi menyampaikan, sudah mendapatkan informasi tersebut.

"Kita pantau. Ini lagi hangat isu Myanmar dan dari kemarin sudah masuk info demo. Ada beberapa eleman masyarakat demo di sana (Kedubes Myanmar)," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon