Aksi "Kita Indonesia," Peserta Tak Boleh Bawa Atribut Pilkada

Sabtu, 3 Desember 2016 | 14:23 WIB
YS
B
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: B1
Taufik Basari.
Taufik Basari. (perspektifbaru.com)

Jakarta- Aksi "Kita Indonesia" yang akan digelar pada Minggu (4/12), merupakan aksi untuk memperkuat rasa kebangsaan dan kebhinekaan. Aksi tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan proses Pilkada yang tengah berlangsung, khususnya di DKI Jakarta.

"Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilkada, apalagi Pilgub DKI. Ini murni sebuh acara perayaan kegembiraan atas keberagaman dan kebangsaan Indonesia," kata Panitia Aksi Kita Indonesia, Taufik Basari, Sabtu (3/12).

Melalui aksi "Kita Indonesia" tersebut, diharapkan agar masyarakat semakin tersadarkan bahwa bangsa Indonesia memiliki keberagaman yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus terus terjaga.

"Kita ingin sadarkan publik, bahwa kita sebagai Bangsa Indonesia yang beragam. Terbentuknya negara ini karena kesadaran penuh akan adanya keberagaman," ucap pria yang akrab disapa Tobas itu.

Oleh karena itu, sambung dia, acara tersebut nantinya akan diisi dengan kegiatan budaya. "Ini bukan aksi demo, tapi rasa syukur kita atas kebhinekaan dengan suasana kegembiraan yang dikemas dalam kegiatan budaya. Karena kita merupakan bangsa yang berlatar belakang berbagai budaya," jelas Tobas.

Ditegaskan bahwa acara tersebut tidak bernuansa politik. "Kegiatan ini sama sekali tidak ada tuntutan apa pun dan tidak berbau politik, yang ada politik kebudayaan," tuturnya.

Dijelaskan, ide dan latar belakang kegiatan tersebut diawali karena semakin menurunnya semangat kebangsaan masyarakat. Bahkan, sambungnya, justru yang menguat akhir-akhir ini adalah rasa untuk memperjuangkan kepentingan kelompok.

"Oleh karena itu, perlu kita ingatkan kembali untuk menguatkan rasa cinta kepada Indonesia melalui semangat kebhinekaan," katanya.

Lebih lanjut pihaknya berharap kepada seluruh tokoh-tokoh di Indonesia untuk menyuarakan perdamaian dan kesatuan. Jangan sampai masyarakat diliputi oleh rasa saling curiga dan kebencian.

"Untuk tokoh masyarakat dan politik, kami harap memberikan imbauan-imbauan yang memberikan kesejukan, bukan yang menimbulkan emosi dan kebencian. Ini yang diharapkan dari para tokoh," harapnya.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon