DPR: Hati-hati dengan Rokok Elektrik karena Bisa Meledak
Selasa, 20 Desember 2016 | 14:15 WIB
Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang juga Ketua Panja RUU Pertembakauan Firman Soebagyo meminta masyarakat Indonesia khususnya anak muda untuk mewaspadai pemakaian rokok elektrik alias vapor.
Hal ini disampaikan Firman menanggapi adanya peristiwa rokok elektrik meledak yang melanda RZ, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit. Musibah itu menimpa RZ lantaran rokok elektrik alias vapor meledak di mulutnya yang terjadi di pusat perbelanjaan Mentaya, Sampit.
Dengan peristiwa itu membuat Sekretaris Dewan Pakar DPP Golkar itu sangat prihatin dengan musibah melanda RZ yang membuat wajah RZ penuh dengan darah. Lidah, dagu, bibir dan gusinya juga terluka.
"Peristiwa seperti ini harus menjadi pelajaran khususnya kalangan anak muda dengan kebiasaan yang sama menggunakan rokok elektrik itu," ujar Firman di Jakarta, Selasa (20/12).
Firman pun meminta pengguna rokok vapor untuk meninggalkan kebiasan itu. Apalagi rokok itu lebih berbahaya dari rokok tembakau yang menyebabkan pemakainya lebih ketergantungan seperti narkoba dan semacamnya.
"Itu lebih berbahaya dari tembakau orang bisa ketergantungan seperti narkoba. Itulah Bloomberg (lembaga) mematikan tembakau mau diganti rokok sintetis dan menggunakan bahan nicotin sintetis buatan farmasi," kata Firman yang juga Anggota Komisi IV DPR RI ini.
Firman menyebutkan, besar dugaan ledakan terjadi menyebabkan korsleting bermasalah sehingga terjadi letusan. Di mana baterai kipas angin dipakai untuk menyalakan rokok elektrik jelas berbeda dari voltase.
"Karena itu, kita harus berhati-hati terhadap tipuan pihak asing. Padahal, sangat mencelakakan kita. Dan saya minta kewaspadaan masyarakat terhadap rokok sintetis ini," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




