Menkumham: Perbedaan Wujud Nyata Ilahi
Sabtu, 28 Januari 2017 | 17:08 WIB
Jakarta - Perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) merupakan karunia yang Tuhan berikan kepada setiap umat manusia. Oleh karenanya, perbedaan itu sebagai bentuk keindahan.
Hal itu disampaikan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, dalam sambutan perayaan Natal jajaran Kemkumham, di Kantor Kemkumham, Jakarta, Sabtu (28/1).
Menurutnya, tema perayaan Natal tentang keberagaman kali ini sebagai wujud kebinekaan yang tertanam dalam dasar negara Indonesia. Di mana, keberagaman dan kebinekaan itu merupakan suatu keniscayaan, bahkan ini adalah karunia Tuhan.
"Perbedaan pada dasarnya adalah anugerah, perbedaan pada suku bangsa, agama, gender, perbedaan ini merupakan wujud nyata ilahi," kara Yasonna.
Maka dalam spirit Natal tersebut, Yasonna mengajak, agar menjaga keberagaman dan perbedaan itu menjadi kekuatan bukan sebagai alat perpecahan antarbangsa.
"Dalam konteks negara kita, kita sudah punya ideologi negara Pancasila, kita jaga itu. Kita beragama menurut kepercayaan kita masing-masing. Kita beragama menurut keyakinan kita masing-masing, kita menyembah Tuhan dengan cara dan agama kita masing-masing," tegasnya.
"Tapi dalam kegiatan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, mari kita menyatukan diri untuk merawat kebersamaan. Menaati hukum-hukum yang berlaku, mengikuti ideologi dan konstitusi negara," kata Yasona.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




