PSSI Minta Dukungan Menpora untuk Rekonsiliasi
Senin, 9 April 2012 | 17:59 WIB
Perpanjangan tenggat waktu dari FIFA kepada PSSI untuk menyelesaikan konflik internal hingga 15 Juni dimanfaatkan pengurus untuk meminta dukungan dari Menpora.
Pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dipimpin Ketum Djohar Arifin Husin meminta dukungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng agar tercipta rekonsiliasi dengan klub-klub Indonesian Super League (ISL).
Pengurus PSSI, yang dipimpin langsung Djohar Arifin Husin, melakukan pertemuan dengan Menpora, hari ini, melaporkan hasil kongres tahunan di Palangkaraya, medio Maret lalu. Selain itu mereka juga melaporkan langkah-langkah rekonsiliasi yang telah mereka lakukan.
Meski telah tiga kali mengundang klub ISL, upaya rekonsiliasi yang digagas PSSI masih belum mendapatkan hasil karena klub ISL selalu menolak untuk datang pada pertemuan.
“Kami akan terus berusaha untuk melakukan proses rekonsiliasi. Kami akan kejar. Jika mereka tidak mau datang ke pertemuan di Jakarta, kami akan datangi mereka di kotanya,” kata Djohar.
Upaya rekonsiliasi yang dilakukan PSSI sedikit banyak terkait dengan ancaman Menpora yang tidak akan memberikan dukungan pada tim nasional jika PSSI masih melakukan diskriminasi soal pemilihan pemain. Djohar sendiri beralasan bahwa upaya rekonsiliasi terus mereka lakukan untuk membentuk tim nasional yang tangguh untuk menghadapi banyak kegiatan sepanjang tahun 2012 ini.
“Ada begitu banyak event di depan. Para pemain juga sangat ingin untuk memperkuat tim nasional, tapi impian mereka kandas karena adanya masalah ini. Kami harus memanfaatkan waktu yang ada untuk terus mengupayakan rekonsiliasi untuk membentuk tim nasional yang tangguh,” papar Djohar lagi.
Saat PSSI terus mengupayakan rekonsiliasi, kubu La Nyalla Mattalitti justru semakin siap untuk membentuk tim nasional tandingan. Salah satu langkahnya adalah dengan mendatangkan Alfred Riedl yang pernah membawa Merah Putih menembus final Piala AFF 2010.
Menanggapi langkah yang diambil kubu La Nyalla, Djohar tidak mau berkomentar banyak dengan mengatakan, “Itu bukan urusan kami.”
Pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dipimpin Ketum Djohar Arifin Husin meminta dukungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng agar tercipta rekonsiliasi dengan klub-klub Indonesian Super League (ISL).
Pengurus PSSI, yang dipimpin langsung Djohar Arifin Husin, melakukan pertemuan dengan Menpora, hari ini, melaporkan hasil kongres tahunan di Palangkaraya, medio Maret lalu. Selain itu mereka juga melaporkan langkah-langkah rekonsiliasi yang telah mereka lakukan.
Meski telah tiga kali mengundang klub ISL, upaya rekonsiliasi yang digagas PSSI masih belum mendapatkan hasil karena klub ISL selalu menolak untuk datang pada pertemuan.
“Kami akan terus berusaha untuk melakukan proses rekonsiliasi. Kami akan kejar. Jika mereka tidak mau datang ke pertemuan di Jakarta, kami akan datangi mereka di kotanya,” kata Djohar.
Upaya rekonsiliasi yang dilakukan PSSI sedikit banyak terkait dengan ancaman Menpora yang tidak akan memberikan dukungan pada tim nasional jika PSSI masih melakukan diskriminasi soal pemilihan pemain. Djohar sendiri beralasan bahwa upaya rekonsiliasi terus mereka lakukan untuk membentuk tim nasional yang tangguh untuk menghadapi banyak kegiatan sepanjang tahun 2012 ini.
“Ada begitu banyak event di depan. Para pemain juga sangat ingin untuk memperkuat tim nasional, tapi impian mereka kandas karena adanya masalah ini. Kami harus memanfaatkan waktu yang ada untuk terus mengupayakan rekonsiliasi untuk membentuk tim nasional yang tangguh,” papar Djohar lagi.
Saat PSSI terus mengupayakan rekonsiliasi, kubu La Nyalla Mattalitti justru semakin siap untuk membentuk tim nasional tandingan. Salah satu langkahnya adalah dengan mendatangkan Alfred Riedl yang pernah membawa Merah Putih menembus final Piala AFF 2010.
Menanggapi langkah yang diambil kubu La Nyalla, Djohar tidak mau berkomentar banyak dengan mengatakan, “Itu bukan urusan kami.”
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




