Tiongkok, Iran, dan Saudi, Terbanyak Gelar Eksekusi Mati
Selasa, 11 April 2017 | 11:04 WIB
Hong Kong - Tiongkok, Iran, dan Arab Saudi menjadi negara yang paling banyak menggelar eksekusi mati. Meskipun demikian, pada Selasa (11/4), Amnesti Internasional menyatakan secara global jumlah hukuman mati cenderung turun sebesar 37% pada tahun 2016.
Dalam kajian data mengenai hukuman mati di seluruh dunia, Amnesti menyatakan penurunan jumlah kasus pada 2016 terjadi karena eksekusi di Iran jauh berkurang. Sementara Tiongkok menggelar lebih banyak eksekusi dari semua negara di dunia.
"Tiongkok ingin menjadi pemimpin dunia, tetapi ketika tampil dalam kasus hukuman mati, Tiongkok memimpin dalam cara terburuk. Tiongkok mengeksekusi lebih banyak orang per tahun dari negara-negara lain di dunia," kata Salil Shetty, sekretaris jenderal Amnesti Internasional.
Tapi sejauh ini, Amnesti tetap kesulitan untuk mendapatkan jumlah kasus eksekusi mati saat Beijing menggolongkan informasi itu mengenai hukuman mati sebagai "rahasia negara". Tiongkok diperkirakan mengeksekusi mati sebanyak 1.000 orang setiap tahun.
"Pemerintah Tiongkok diketahui agak terlambat dalam hal keterbukaan dan transparansi yudisial, tetapi terus secara aktif terus menyembunyikan jumlah eksekusi. Sudah saatnya Tiongkok mengungkap rahasia mematikan ini dan akhirnya menghapus sistem hukuman mati," katanya.
Menurut data Amnesti, di luar Tiongkok, negara-negara lain di seluruh dunia telah menghukum mati 1.032 orang pada tahun 2016. Mayoritas orang-orang yang dieksekusi atau sebanyak 856 orang dilakukan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




