Berakting di Film The Raid, Pierre Gruno Mengaku Rugi
Senin, 16 April 2012 | 22:16 WIB
Kerugian pertama sejak bermain film dari tahun 1970.
Bermain peran sebagai Bad Cop di film The Raid yang telah menerima sejumlah pujian dan penghargaan dari luar negeri, Pierre Gruno mengatakan bahwa ia harus mengalami kerugian materi sebelum menikmati keberhasilan film besutan Gareth Evans tersebut.
"Sejak pertama kali saya bermain film pada tahun 1970, baru kali ini saya mengalami kerugian pada waktu syuting film The Raid," kata Pierre saat dijumpai di kawasan Senayan siang ini.
"Saya enggak menyangka kalau syutingnya berlangsung selama empat bulan. Dan selama itu pula saya tidak bisa kerja dan dapat pemasukan dari tempat lain. Enggak nutup kalau cuma syuting saja," lanjutnya.
Namun meski menyatakan ia mengalami kerugian, lelaki yang sehari-harinya bekerja sebagai pengajar di sekolah John Robert Powers ini mengaku sangat puas atas hasil yang diraih oleh film The Raid di mancanegara.
"Rasanya plong banget waktu tahu The Raid masuk jajaran film terbaik sepanjang masa. Walaupun rugi finance, tapi senang sekali karena bisa mengharumkan nama Indonesia," paparnya.
Pierre juga menambahkan bahwa berapapun honor yang diterima, ia akan sepenuh hati dalam melakukan aktingnya. "Saya tidak mau memunculkan pemikiran bahwa saya berakting berdasarkan honor. Kalau honor kecil, maka saya akting asal-asalan. Saya tidak begitu. Pokoknya maksimal," pungkasnya.
Bermain peran sebagai Bad Cop di film The Raid yang telah menerima sejumlah pujian dan penghargaan dari luar negeri, Pierre Gruno mengatakan bahwa ia harus mengalami kerugian materi sebelum menikmati keberhasilan film besutan Gareth Evans tersebut.
"Sejak pertama kali saya bermain film pada tahun 1970, baru kali ini saya mengalami kerugian pada waktu syuting film The Raid," kata Pierre saat dijumpai di kawasan Senayan siang ini.
"Saya enggak menyangka kalau syutingnya berlangsung selama empat bulan. Dan selama itu pula saya tidak bisa kerja dan dapat pemasukan dari tempat lain. Enggak nutup kalau cuma syuting saja," lanjutnya.
Namun meski menyatakan ia mengalami kerugian, lelaki yang sehari-harinya bekerja sebagai pengajar di sekolah John Robert Powers ini mengaku sangat puas atas hasil yang diraih oleh film The Raid di mancanegara.
"Rasanya plong banget waktu tahu The Raid masuk jajaran film terbaik sepanjang masa. Walaupun rugi finance, tapi senang sekali karena bisa mengharumkan nama Indonesia," paparnya.
Pierre juga menambahkan bahwa berapapun honor yang diterima, ia akan sepenuh hati dalam melakukan aktingnya. "Saya tidak mau memunculkan pemikiran bahwa saya berakting berdasarkan honor. Kalau honor kecil, maka saya akting asal-asalan. Saya tidak begitu. Pokoknya maksimal," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




