PBB: 2016, Jumlah Pengungsi Capai 65 Juta Jiwa

Selasa, 20 Juni 2017 | 12:10 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Sebuah perahu karet pengungsi Suriah tiba di pantai Lesbos, sebuah pulau di Yunani, 7 September 2015
Sebuah perahu karet pengungsi Suriah tiba di pantai Lesbos, sebuah pulau di Yunani, 7 September 2015 (AFP Photo/Angelos Tzortzinis)

Jenewa - Jumlah pengungsi di seluruh dunia tercatat telah mencapai rekor 65,6 juta jiwa pada akhir tahun 2016. Menurut laporan yang dirilis Lembaga Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Pengungsi atau (UNHCR) di Jenewa, pada Senin (19/6), mereka terpaksa mengungsi akibat konflik atau penindasan.

UNHCR menyebutkan jumlah 65,6 juta jiwa pengungsi itu terdiri dari 22,5 juta pengungsi antarnegara, 40,3 juta pengungsi dalam negara, dan 2,8 juta pencari suaka.
Data ini sekaligus menunjukkan lonjakan sebesar 300.00 jiwa jika dibandingkan tahun 2015.

"Jumlah ini adalah gambaran tertinggi sejak kami mulai mendata. Dengan segala ukuran, ini jumlah yang tidak dapat diterima. Data ini bicara lebih lantang soal kebutuhan solidaritas dan upaya standar dalam pencegahan dan pemecahan krisis," ujar Kepala UNHCR Filippo Grandi kepada para wartawan.

Data jumlah pengungsi dunia ini dirilis pada Hari Pengungsi Dunia yakni Selasa (20/6). Data ini juga menunjukkan bahwa 10,3 juta pengungsi di dunia mengungsi dari rumah mereka pada tahun lalu saja, termasuk 3,4 juta jiwa yang melintasi perbatasan internasional untuk menjadi pengungsi.

"Ini berarti sama dengan satu orang menjadi pengungsi setiap tiga detik, kurang dari waktu yang diperlukan untuk membaca kalimat ini," bunyi pernyataan UNHCR.

Pada akhir tahun 2016, ada sekitar 40,3 juta pengungsi dalam negara di dunia. Jumlah itu sedikit turun dari jumlah 40,8 juta pada tahun sebelumnya. Mereka terdapat di negara seperti Suriah, Irak dan Kolombia untuk jumlah terbesar.

Sementara 22,5 juta orang lain yang setengahnya adalah anak-anak, terdaftar sebagai pengungsi tahun lalu. Laporan UNHCR ini menunjukkan jumlah pengungsi tertinggi yang pernah tercatat.

Hingga kini, warga Suriah masih terus menjadi pengungsi terbesar yang terusir paksa dengan jumlah 12 juta jiwa pada akhir 2016. Selama enam tahun, konflik Suriah telah mengakibatkan lebih dari 5.5 juta orang mengungsi ke negara-negara lain, termasuk 825.000 orang pada tahun lalu saja. Jumlah itu merupakan yang terbesar di dunia untuk kategori kelompok pengungsi.

Laporan UNHCR juga menyebutkan ada sekitar 6,3 juta warga Suriah yang terlantar di dalam negeri. Angka-angka ini menunjukkan bahwa hampir dua pertiga dari semua warga Suriah telah dipaksa meninggalkan rumah-rumah mereka.

"Konflik Suriah, yang telah membunuh lebih dari sampai 320.000 orang, menjadi satu krisis yang dilupakan," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon