Pemprov Se-Kalimantan Promo Wisata di Yogya
Sabtu, 15 Juli 2017 | 13:05 WIB
Yogyakarta - Pemerintah Provinsi se-Kalimantan didukung Kementerian Pariwisata menggelar ajang promo pariwisata yang dikemas sebagai Borneo Extravaganza 2017 yang berlangsung di Atrium Jogya City Mall, Yogyakarta, Jumat (14/7).
Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan menegaskan, ajang ini merupakan upaya mempromosikan potensi pariwisata Kalimantan dalam mendukung Pesona Indonesia untuk mencapai target 275 juta perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) dan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.
Dikatakan, pengembangan pariwisata Indonesia bertumpu pada potensi alam (nature) sebesar 35 persen yang dikembangkan dalam produk wisata bahari, wisata ekologi, dan wisata petualangan. Sedangkan potensi budaya (culture) sebesar 60 persen dikembangkan dalam wisata heritage dan religi; wisata kuliner dan belanja; dan wisata kota dan desa.
Sedang potensi wisata buatan (manmade), lima persen dikembangkan dalam produk wisata MICE dan event, wisata olahraga, dan wisata kawasan terpadu (integrated resort). Kalimantan memiliki obyek wisata yang bertumpu pada nature, culture, dan manmade resort, seperti wisata ekologi dan petualangan di kawasan konservasi Orang Utan Tanjung Puting.
Yogyakarta dipilih, ujar Wawan, karena Yogyakarta merupakan sumber wisnus. Penyelenggaran Borneo Extravaganza yang tahun ini mengambil tema Funtastic Borneo berlangsung selama tiga hari (14-16 Juli 2017) menyediakan booth utama yang diisi produk unggulan dari lima provinsi se-Kalimantan termasuk provinsi terbaru Kalimantan Utara, dan delapan booth lainnya diisi biro perjalanan wisata (BPW) atau travel agent.
Acara pameran dimeriahkan dengan atraksi seni budaya Dayak, Tionghoa, Melayu berupa tarian dan musik serta pameran kerajinan khas Kalimantan yang didatangkan langsung dari Kalimantan.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia dari bulan Januari - Mei 2017 cukup progresif, yakni 5.358.489 orang.
Angka itu naik 20,38 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu. Dari total 5.358.489 orang itu, sebanyak 4.687.721 orang masuk melalui 19 pintu masuk utama. Sedangkan, 670.768 orang tercatat masuk di luar 19 pintu masuk utama tersebut.
Esthy menjelaskan lebih lanjut, wisnus merupakan kekuatan pariwisata nasional karena setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bila tahun ini wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak 265 juta dengan pengeluaran sekitar Rp 241,08 triliun, dalam lima tahun ke depan akan menjadi 275 juta perjalanan dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan devisa dari wisman.
"Sektor pariwisata harus menjadi leading sector dalam pembangunan perekonomian nasional. Presiden Joko Widodo telah memberi target dalam lima tahun ke depan pariwisata harus tumbuh dua kali lipat dari capaian tahun sebelumnya," kata Esthy lagi.
"Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional akan menjadi 13 persen, devisa pariwisata sebesar Rp 200 triliun, serta menciptakan 12 juta lapangan kerja. Dalam lima tahun ke depan jumlah kunjungan wisman menjadi 20 juta, perjalanan wisnus sebanyak 275 juta, dan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global akan berada di peringkat 30 dunia dari posisi sekarang berada di ranking 42 dari 141 negara," Esthy menegaskan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




