Prajurit Kostrad Gorontalo Meninggal Dunia
Kamis, 26 April 2012 | 16:33 WIB
Setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Aloe Saboe, Kota Gorontalo, Prada Firman Baso, akhirnya meninggal dunia.
Korban penembakan oleh anggota Brimob Polda Gorontalo itu meninggal dunia, Kamis (26/4) pukul 05.00 Wita.
Prada Firman Baso meninggal dunia karena luka tembak pada lengan kiri tembus dada, sesaat setelah kejadian korban langsung dilarikan ke rumah sakit Dunda Limboto.
Ketika Pada pertolongan pertama dari hasil pemeriksaan dokter rumah sakit Dunda Limboto pada Minggu (22/4) pukul 04.00 Wita Prada Firman Baso harus segera dioperasi sehingga pukul 09.00 dievakuasi ke rumah sakit Aloe Saboe, Gorontalo.
Keesokka harinya telah dilakukan operasi selama tujuh jam untuk mengambil proyektil yang bersarang di paru-paru, namun tidak berhasil dan operasi dihentikan untuk keselamatan korban.
Selanjutnya korban dirawat di Ruang ICU rumah sakit Aloe Saboe, tapi setelah beberapa hari dirawat kondisinya semakin menurun hingga Rabu (25/4) harus menjalani cuci darah.
Hari ini pukul 09.00 Wita, menurut rencana Prada Firman Baso akan dievakuasi ke rumah sakit Gatot Subroto Jakarta, namun pada pukul 05.00 Wita ia telah meninggal dunia.
"Peristiwa ini sangat disayangkan menimpa seorang prajurit TNI yang masih memiliki masa depan yang baik untuk tugas menjaga NKRI. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," demikian keterangan Pusat Penerangan Mabes TNI, Kamis (26/4).
Prada Firman Baso, putra dari Haji Yudding yang lahir di Bone pada 7 April 1988 adalah anggota Yonif 221/MTL Brigif 22/Otamanase Kostrad dengan jabatan Tabak 3/1/1/A/221 Kostrad.
Almarhum Prada Firman Baso merupakan prajurit Kostrad lulusan Tamtama PK tahun 2010, memiliki dedikasi tinggi dalam kesehariannya selama bertugas dan masih berstatus lajang.
Korban penembakan oleh anggota Brimob Polda Gorontalo itu meninggal dunia, Kamis (26/4) pukul 05.00 Wita.
Prada Firman Baso meninggal dunia karena luka tembak pada lengan kiri tembus dada, sesaat setelah kejadian korban langsung dilarikan ke rumah sakit Dunda Limboto.
Ketika Pada pertolongan pertama dari hasil pemeriksaan dokter rumah sakit Dunda Limboto pada Minggu (22/4) pukul 04.00 Wita Prada Firman Baso harus segera dioperasi sehingga pukul 09.00 dievakuasi ke rumah sakit Aloe Saboe, Gorontalo.
Keesokka harinya telah dilakukan operasi selama tujuh jam untuk mengambil proyektil yang bersarang di paru-paru, namun tidak berhasil dan operasi dihentikan untuk keselamatan korban.
Selanjutnya korban dirawat di Ruang ICU rumah sakit Aloe Saboe, tapi setelah beberapa hari dirawat kondisinya semakin menurun hingga Rabu (25/4) harus menjalani cuci darah.
Hari ini pukul 09.00 Wita, menurut rencana Prada Firman Baso akan dievakuasi ke rumah sakit Gatot Subroto Jakarta, namun pada pukul 05.00 Wita ia telah meninggal dunia.
"Peristiwa ini sangat disayangkan menimpa seorang prajurit TNI yang masih memiliki masa depan yang baik untuk tugas menjaga NKRI. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," demikian keterangan Pusat Penerangan Mabes TNI, Kamis (26/4).
Prada Firman Baso, putra dari Haji Yudding yang lahir di Bone pada 7 April 1988 adalah anggota Yonif 221/MTL Brigif 22/Otamanase Kostrad dengan jabatan Tabak 3/1/1/A/221 Kostrad.
Almarhum Prada Firman Baso merupakan prajurit Kostrad lulusan Tamtama PK tahun 2010, memiliki dedikasi tinggi dalam kesehariannya selama bertugas dan masih berstatus lajang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




