Bertendensi Dukung HTI, Masyarakat Harus Waspadai Aksi 299

Selasa, 26 September 2017 | 18:26 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto
Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto (Istimewa/Asni Ovier)

Jakarta - Ajakan kepada publik untuk mengepung gedung DPR pada Jumat (29/9) harus diwaspadai. Sebab, aksi itu bertendensi sebagai bentuk dukungan terhadap organisasi kemasyarakatan yang telah dibubarkan pemerintah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Hal itu dikatakan Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (26/9).

"Ajakan aksi itu marak disosialisasikan melalui media sosial dan grup WhatsApp di kelompok-kelompok sosial masyarakat. Isu yang diangkat adalah penolakan terhadap Perppu Ormas dan isu kebangkitan PKI agar disambut oleh masyarakat. Mereka memodifikasi sejarah kelam soal PKI dan isu kekinian dengan keluarnya Perppu Ormas yang bertujuan membubarkan ormas yang tidak mengakui dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila," katanya.

Dikatakan, aksi-aksi dengan menggunakan angka-angka diawali dari aksi 411, 212 sampai nanti aksi 299. Aksi itu harus disikapi secara bijak, karena sudah final bahwa Indonesia membangun konsensus dalam bingkai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Jangan sampai aksi 299 ditunggangi oleh kelompok yang bertentangan dengan tujuan berbangsa dan bernegara, salah satunya adalah HTI, yang menolak dasar negara Indonesia dan memperjuangkan khilafah," ujarnya.

Menurut Hari, gerakan yang dilakukan HTI sudah bertolak belakang dari kehidupan masyarakat Indonesia yang berhaluan Pancasila. Jangan sampai publik, khususnya kaum Muslim, terprovokasi oleh gerakan dan aksi massa yang diarahkan untuk memberikan dukungan kepada HTI yang anti-Pancasila.

Hari menegaskan, akan ada pihak-pihak yang bermain di air keruh untuk memecah belah bangsa Indonesia. HTI, ujarnya, adalah salah satu kelompok yang bermain dalam air keruh untuk memenangkan perjuangan mereka menuju khilafah.

"HTI akan memanfaatkan setiap momentum yang ada, bila perlu saling mengadu domba antara kelompok Muslim di bangsa ini. Oleh karena itu, mari kita menjaga persatuan dan kesatuan dengan memegang teguh kesepakatan yang tertuang dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Sudah cukup darah dan air mata para pendiri bangsa yang mempertahankan Indonesia tercinta. Kita harus terus menjaga cita-cita tersebut," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon