Mantan Panglima Heran Tugu Tani Diributkan

Selasa, 3 Oktober 2017 | 04:09 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko, yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), saat memberi kuliah umum di Universitas Yudharta Pasuruan, Jawa Timur, 2 Oktober 2017.
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko, yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), saat memberi kuliah umum di Universitas Yudharta Pasuruan, Jawa Timur, 2 Oktober 2017. (Beritasatu.com/Markus Junianto Sihaloho)

Jakarta - Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal (Purn) Moeldoko berkomentar soal Tugu Tani di Jakarta Pusat yang belakangan dituding sebagai simbol komunis, termasuk oleh demonstran aksi 29 September (299) lalu.

Dia mengajak setiap pihak untuk bijak memaknai simbol-simbol, termasuk Patung Pahlawan yang berdiri di Menteng itu.

"Saya pikir kita mesti bijak memaknai setiap simbol-simbol. Jangan lihat dari fisiknya, tapi melihat untuk apa patung itu dulu dibuat. Patung itu adalah Patung Pahlawan. Patung itu cermin dari keberhasilan pertempuran di Irian Barat sehingga dilukiskan dalam bentuk patung," kata Moeldoko, Senin (2/10).

Moeldoko, yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), mengatakan bahwa di Patung Pahlawan yang berdiri 1963 tersebut tertulis "Hanya Bangsa yang Dapat Menghargai Pahlawan-pahlawannya yang Dapat Menjadi Bangsa Besar."

Baginya, patung itu sebagai simbol menggambarkan bagaimana seorang ibu membekali anaknya yang akan berangkat ke medan operasi. Itu sebenarnya simbol dan ditarik menuju doktrin sistem pertahanan negara.‎ Sistem pertahanan negara yang dimaksud adalah Sistem Pertahanan Rakyat Semesta sebagaimana termaktub dalam UUD 1945.

"Bahwasanya sistem pertahanan negara tidak hanya dibangun oleh komponen utama, bukan hanya oleh TNI. Di situ ada komponen cadangan dan di situ ada kompenen pendukung yang juga rakyat," papar doktor jebolan Universitas Indonesia (UI) ini.

Menurut Moeldoko, jika semua pihak memaknai secara positif Sistem Pertahanan Rakyat Semesta yang digambarkan Patung Pahlawan tersebut, maka ini akan menjadi faktor yang membuat negara-negara lain gentar.

"Ini sebuah deterrent factor (gertakan) terhadap negara-negara lain. Hati-hati lho jangan coba-coba menyerang Indonesia, karena semua dari bangsa Indonesia memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan negaranya," tegas Moeldoko.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon