Djarot Resmikan 18 Puskesmas dan 2 RSUD Tipe D
Rabu, 4 Oktober 2017 | 19:08 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat meresmikan 18 Puskesmas dan dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D. Peresmian ini dilakukan secara simbolik di Puskesmas Kecaamtan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/10).
Djarot mengatakan pembangunan prasarana dan sarana kesehatan berupa 18 Puskesmas dan dua RSUD Tipe D, menjadi salah satu program unggulan dalam RPJMD 2013-2017.
"Ini sebagai komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mendukung upaya pelayanan kesehatan perorangan yang optimal, preventif, kuratif dan rehabilitatif, dapat diselesaikan tepat waktu," kata Djarot di lokasi peresmian.
Sebagai unit layanan kesehatan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Djarot berharap para Kepala RSUD dan Puskesmas beserta jajarannya harus memiliki komitmen mewujudkan program Jakarta Sehat.
"Serta terus mengembangkan program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif," ujarnya.
Adapun peresmian dengan penandatanganan secara simbolis Puskesmas dan RSUD Tipe D ini, diantaranya berada di Jakarta Pusat ada tiga Puskesmas, Jakarta Utara ada empat Puskesmas, Jakarta Barat ada empat Puskesmas, Jakarta Selatan ada dua Puskesmas, Jakarta Timur ada tiga Puskesmas, Kepulauan Seribu ada satu Puskesmas.
Sedangkan dua RSUD Tipe D di Kecamatan Kebayoran Baru. Sementara satu RSUD di Jati Padang dan satu Puskesmas di Kemayoran telah ditandatangani terlebih dahulu.
Ia berharap seluruh fasilitas layanan kesehatan yang serba baru, harus terpelihara dengan baik, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Kota Jakarta.
"Dengan fasilitas rawat inap yang lebih banyak ini, tidak boleh lagi terjadi adanya pasien yang membutuhkan rawat inap tidak dilayani dengan maksimal," ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan, Koesmedi menerangkan pembangunan 18 Puskesmas dan dua RSUD, serta fasilitas pendukungnya ini menggunakan anggaran sebesar Rp 257,9 miliar.
"Puskesmas dan RSUD ini disiapkan untuk meningkatkan layanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap kepada masyarakat yang berada di wilayah kerjanya masing-masing," kata Koesmedi.
Dijelaskannya, Pemprov DKI Jakarta akan semakin meningkatkan fasilitas kesehatan sesuai perkembangan peralatan modern, agar dapat memberikan pelayanan lebih optimal bagi masyarakat tanpa membedakan status dan mengutamakan aspek keselamatan pasien.
"Pemprov DKI Jakarta juga terus meningkatkan derajat kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat Jakarta tanpa memandang strata dengan program Ketuk Pintu Layani dengan Hati," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




