Suu Kyi Disumpah Jadi Anggota Parlemen
Rabu, 2 Mei 2012 | 17:11 WIB
Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi akhirnya diangkat sumpah menjadi anggota parlemen.
Fase ini menandai tahapan baru aktifitas politik peraih Nobel Perdamaian setelah hampir seperempat abad berjuang melawan pemerintahan diktator.
Suu Kyi, 66 tahun, membacakan sumpah jabatannya di ibu kota Naypyidaw, bersama dengan 33 anggota parlemen baru lainnya dari National League for Democracy, yang terpilih dalam pemilihan umum sela pada bulan April.
Suu Kyi sebelumnya menolak diambil sumpah karena kata-kata dalam sumpah itu tertulis berjanji mempertahankan konstitusi.
Sedangkan konstitusi itu sendiri ditulis oleh rezim militer yang menahannya lebih dari 22 tahun.
Namun pada hari Senin, Suu Kyi melunak, dan mengatakan rakyat ingin melihat dirinya dan partai NLD berada di parlemen.
Selepas pengambilan sumpah, wartawan AFP menanyakan, apakah ini merupakan momen emosional.
Suu Kyi menjawab singkat," Tidak, hanya cukup menarik saja."
Masyarakat internasional menyambut kesuksesan pemilihan umum sela di Myanmar, yang disebut-sebut sebagai langkah menuju demokrasi yang sebenarnya.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyambut pengambilan sumpah itu dan mengatakan harapannya agar NLD dan pemerintahan Presiden Sein Thein bekerjasama.
Dalam pertemuannya dengan Ban Ki-moon di Myanmar pekan ini, Presiden Thein dan NLD meninggalkan kesan bahwa mereka akan terus membuat kemajuan.
Fase ini menandai tahapan baru aktifitas politik peraih Nobel Perdamaian setelah hampir seperempat abad berjuang melawan pemerintahan diktator.
Suu Kyi, 66 tahun, membacakan sumpah jabatannya di ibu kota Naypyidaw, bersama dengan 33 anggota parlemen baru lainnya dari National League for Democracy, yang terpilih dalam pemilihan umum sela pada bulan April.
Suu Kyi sebelumnya menolak diambil sumpah karena kata-kata dalam sumpah itu tertulis berjanji mempertahankan konstitusi.
Sedangkan konstitusi itu sendiri ditulis oleh rezim militer yang menahannya lebih dari 22 tahun.
Namun pada hari Senin, Suu Kyi melunak, dan mengatakan rakyat ingin melihat dirinya dan partai NLD berada di parlemen.
Selepas pengambilan sumpah, wartawan AFP menanyakan, apakah ini merupakan momen emosional.
Suu Kyi menjawab singkat," Tidak, hanya cukup menarik saja."
Masyarakat internasional menyambut kesuksesan pemilihan umum sela di Myanmar, yang disebut-sebut sebagai langkah menuju demokrasi yang sebenarnya.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyambut pengambilan sumpah itu dan mengatakan harapannya agar NLD dan pemerintahan Presiden Sein Thein bekerjasama.
Dalam pertemuannya dengan Ban Ki-moon di Myanmar pekan ini, Presiden Thein dan NLD meninggalkan kesan bahwa mereka akan terus membuat kemajuan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




